Kabar BUMN – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menutup kuartal III tahun 2025 dengan capaian kinerja gemilang dan fundamental bisnis yang tetap kokoh di tengah kondisi makroekonomi global yang penuh tantangan.
Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, Telkom berhasil mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp109,6 triliun, dengan EBITDA mencapai Rp54,4 triliun atau margin 49,6%, serta laba bersih Rp15,8 triliun dengan margin 14,4%.
Sementara itu, normalized net income tercatat sebesar Rp16,7 triliun dengan normalized margin 15,2%.
Baca Juga: Persiapan Nataru 2024/2025, KAI Commuter Rutin Pemeliharaan 102 Rangkaian Commuter Line
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan, “Pencapaian ini mencerminkan ketahanan dan kemampuan adaptasi perusahaan di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika industri yang semakin cepat.
"Sekaligus membuktikan bahwa transformasi yang dijalankan butuh konsistensi dan penguatan.
"Kami berfokus pada optimalisasi nilai di segmen-segmen strategis, termasuk konektivitas fiber dan data center, yang menjadi fondasi utama bagi masa depan ekonomi digital Indonesia.”
Baca Juga: PERURI Gelar Graduation Ceremony PEDIA Level 1 Tahun 2025, Lahirkan UMKM Digital Tangguh
Dian menambahkan, “Melalui strategi transformasi TLKM 2030, Telkom akan terus memperkuat fondasi bisnis dengan bertransformasi menuju perusahaan strategic holding yang lebih lean dan efisien, berorientasi pada service excellence di setiap lini organisasi.
"Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan pelanggan, sejalan dengan upaya menciptakan pertumbuhan jangka panjang serta memberikan nilai tambah bagi perusahaan, masyarakat, lingkungan, dan seluruh pemangku kepentingan.”
Sejalan dengan strategi transformasi tersebut, Telkom melanjutkan agenda unlocking value melalui pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity kepada anak usaha PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF).
Baca Juga: Danau Biru di Tengah Hutan Nuraksa, Lombok Tengah, Menyegarkan di Kaki Gunung Rinjani
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Conditional Spin-off Agreement (CSA).
Pada fase pertama, TIF akan menguasai 56% jaringan serat optik Telkom, infrastruktur jaringan terbesar di Indonesia, dengan total sekitar 179.000 km backbone dan kabel bawah laut, serta 500.000 km jaringan akses yang langsung terhubung ke jaringan seluler, gedung, dan pelanggan.
Artikel Terkait
Telkom Kembali Masuk Daftar World’s Best Employers 2025 Versi Forbes, Duduki Peringkat Teratas di Indonesia
AI Campus Telkom Hadir di Universitas Negeri Padang, Siapkan Talenta Digital Terbaik Menuju Indonesia Emas 2045
Telkom dan UNP Kolaborasi Kembangkan Talenta Digital Muda Lewat Program Digistar
Asah Skill Akuntansi Sambil Magang di PT Graha Sarana Duta (Telkom Property), Cek Kualifikasinya!
Telkom Perkuat Kolaborasi Kampus dan Industri Lewat Seminar AI Connect