rilis-bumn

PLN Perkuat Peran dalam Transisi Energi Berkeadilan di Ajang COP30 Brazil

Jumat, 14 November 2025 | 12:30 WIB
Suasana agenda CEO Talk bertajuk "Corporate Climate Leadership for Indonesia’s Net Zero Action through High Integrity Carbon” yang digelar pada senin (10/11) di Belém, Brazil. (Dok. PLN)

Transisi energi yang dirancang PLN tidak hanya berfokus pada penambahan kapasitas energi hijau, tetapi juga pada kesiapan sistem dalam menampung dan mendistribusikan pasokan listrik rendah emisi.

Baca Juga: 4 Gedung Bersejarah yang Dilindungi di Makasar, Paling Tua Didirikan Abad ke 15

Konsep ini dikenal sebagai Complementing Renewable Expansion, yakni strategi yang memastikan pertumbuhan energi terbarukan berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur pendukung.

“Strategi Complementing Renewable Expansion kami rancang untuk memastikan ekspansi energi terbarukan berjalan seiring dengan penguatan sistem pendukungnya."

"Mencakup peningkatan kapasitas penyimpanan energi, pengembangan pembangkit fleksibel berbasis gas dan hidro, serta pembangunan jaringan transmisi hijau antar wilayah,” tambah Haryadi.

Baca Juga: ITDC Mantapkan Transformasi Berkelanjutan The Nusa Dua dengan Komitmen Bersama Tenant dan Peluncuran Program Daur Ulang Seragam

Dengan strategi ini, PLN menegaskan rencananya untuk memperluas investasi pada sistem penyimpanan energi, membangun pembangkit fleksibel, serta memperkuat jaringan transmisi antar wilayah agar integrasi energi bersih dapat dilakukan maksimal.

Langkah tersebut sekaligus memastikan bahwa penambahan energi hijau tidak mengorbankan keandalan layanan listrik maupun keterjangkauan tarif bagi masyarakat.

Proyeksi yang disiapkan perusahaan membuka peluang peningkatan bauran energi terbarukan hingga lebih dari 75 persen dalam satu dekade ke depan.

Baca Juga: Hingga September 2025, BRImo digunakan 44,4 Juta User dengan Transaksi Rp25 triliun Per Hari

Haryadi juga mengungkapkan bahwa potensi pengembangan energi terbarukan ini berpeluang menghasilkan hingga 250 juta ton sertifikat pengurangan emisi.

Menurutnya, manfaat ini tidak hanya mencerminkan pencapaian teknis semata, tetapi juga nilai ekonomi hijau yang dapat mendorong percepatan transisi energi nasional.

“Potensi green attribute tersebut bukan hanya menunjukkan kemampuan teknis PLN dalam mengembangkan energi bersih, tetapi juga menegaskan peran PLN sebagai penggerak ekonomi hijau nasional."

Baca Juga: Jogja Game Festival 2025: Strategi Baru Dongkrak Wisatawan hingga Akhir Tahun

"Kami ingin memastikan bahwa setiap ton emisi yang berhasil dikurangi dapat memberikan nilai tambah nyata bagi negara, investor, dan masyarakat,” jelas Haryadi.

Halaman:

Tags

Terkini