Kabar BUMN – PT PLN (Persero) kini resmi mengoperasikan Smart Microgrid Nusa Penida, sebuah sistem kelistrikan digital berbasis energi hijau yang mampu mengatur seluruh pembangkit dan penyimpanan baterai secara otomatis.
Hadirnya teknologi ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan suplai listrik seiring meningkatnya konsumsi energi, sekaligus mendukung percepatan transisi menuju energi bersih di kawasan Nusa Penida, Bali.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa pengoperasian Smart Microgrid Nusa Penida merupakan langkah nyata dalam membangun sistem kelistrikan masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Healing di Dalam Ruangan: 10 Aktivitas Indoor Seru untuk Mengisi Waktu Liburan Saat Musim Hujan
Menurut Darmawan, integrasi pembangkit energi terbarukan, penyimpanan baterai, serta kendali digital memungkinkan peningkatan keandalan pasokan listrik dan penurunan emisi karbon secara terus-menerus.
“Kami sedang membangun masa depan energi Indonesia yang berkeadilan, efisien, dan berkelanjutan. Melalui smart microgrid, PLN bergerak dari penyedia listrik konvensional menuju technology-based energy company yang siap menghadapi era transisi energi global,” tegasnya.
Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri, menambahkan bahwa Smart Microgrid Nusa Penida menjadi bagian penting dari perjalanan transformasi PLN menuju sistem energi yang smart, resilient, dan green.
Baca Juga: Hingga Oktober 2025, Bank Mandiri Kucurkan Rp38,11 Triliun untuk Sektor Produktif
“PLN sedang membangun sistem distribusi yang berkelanjutan. Sistem yang cerdas dalam mengelola data dan teknologi secara efisien dan responsif, serta siap menghadapi tantangan era transisi energi dan digitalisasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya pasokan listrik di Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan sangat bergantung pada pembangkit diesel berbahan bakar minyak.
Kini, integrasi PLTS Suana berkapasitas 3,5 MWp dan Battery Energy Storage System (BESS) 1,8 MWh memungkinkan sistem kelistrikan bekerja otomatis untuk menyeimbangkan energi terbarukan dan cadangan diesel secara real time.
Baca Juga: PT Mitra Utama Madani Buka Lowongan Staf Rekrutmen untuk Penempatan di Seluruh Jawa Timur
“Teknologi ini bukan hanya milik kota besar. Justru di pulau kecil seperti Nusa Penida, smart microgrid menjadi simbol keadilan energi bahwa dari pesisir hingga perbatasan, masyarakat berhak menikmati listrik yang bersih dan berkelanjutan,” tegasnya.
General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, menyebutkan bahwa Smart Microgrid Nusa Penida merupakan wujud nyata semangat transformasi PLN, khususnya dalam mendorong digitalisasi distribusi dan akselerasi energi hijau.
“Pulau Nusa Penida yang dikenal sebagai destinasi pariwisata unggulan, kini tidak hanya memesona dari sisi alam, tetapi juga menjadi pionir modernisasi kelistrikan,” jelas Eric.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Tak Sekadar Terangi Desa, PLN Juga ‘Menyinari’ Ladang Bunga Krisan di Tomohon
Dorong Standardisasi Pasokan dan Ekonomi Desa, PLN EPI Luncurkan Marketplace Biomassa untuk Cofiring
Cahaya Baru untuk Ndona Timur, PLN Terangi 7 Desa di Kabupaten Ende
Indonesia Tegaskan Aksi Nyata Menuju NZE 2060 di COP30, PLN Siap Jadi Penggerak Transisi Energi Nasional
Ciptakan Lingkungan Kerja Bahagia, PLN Diganjar Sertifikasi Great Place to Work 2025