Kabar BUMN – Riki Margiono, salah satu Awak Mobil Tangki (AMT) PT Pertamina (Persero), sempat menunggu di sisi jalur Sungai Penuh selama 16 jam saat mengantar BBM ke Kabupaten Kerinci, Jambi.
Jarak sejauh 223 kilometer, yang biasanya ditempuh hanya sekitar 6 jam, pada kondisi bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat ini berimbas menjadi sekitar 48 jam perjalanan, karena ruas jalanyang dilaluinya terkena banjir dan tanah longsor.
"Kalau jalan banjir tinggi, kami harus menunggu surut. Kami cuma duduk aja, harus gimana lagi," jelas Riki saat ditemui di Integrated Terminal Teluk Kabung, Padang, Selasa 2 Desember2025.
Baca Juga: Program Poin Festival 2025 Telkomsel Dibuka, Hadiah Utama Mulai Mercedes-Benz hingga iPhone 17 Pro
Pekan sebelumnya, saat terjadi banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, Riki termasuk awak mobil tangki (AMT) Pertamina, yang dikelola anak usaha, PT ElnusaPetrofin, yang sempat terjebak kala mengantarkan BBM.
Bersama 15 AMT lainnya, Riki menunggu hingga banjir sedikit surut. Pertama kali menunggu, Riki masih mendapatkan bantuan nasi bungkus dari tim Rescue Pertamina yang bergerak menyusulnya.
Ketika banjir surut dan dapat dilewati, di tengah jalan Riki kembali terhenti karena terimbas jalan longsor.
Baca Juga: Barang Tertinggal di Whoosh Masih Tinggi, KCIC Hadir dengan Layanan Pelacakan Lebih Cepat
Sehingga ia kembali bermalam di tengah jalan, menunggu bantuan alat berat untuk membuka jalan.
Memikirkan perjalanannya yang panjang, Riki sering teringat keluarganya yang ada di Padang. Keluarganya juga terdampakbanjir, namun Riki sempat mengabari dan memastikan keadaan keluarganya baik-baik saja.
"Mengantar BBM sudah menjadi tugas saya, jadi saya pastikan BBM sampai di SPBU karena sudah banyak masyarakat menunggu.
Baca Juga: Pertamina Drilling Perkuat Dukungan untuk Warga Terdampak Banjir di Sekitar Area Rig
"Ketika sampai, rasa khawatir saya berubah menjadi bahagia. Saya melihat masyarakat senang melihat mobil trukyang saya bawa masuk ke SPBU," ujarnya berkaca-kaca.