"Bio Farma akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan informasi publik sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat,” ujar Sri Harsi Teteki.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah, Ini Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Road Trip Pakai Kendaraan Listrik
Sebagai BUMN di bidang farmasi dan life science, Bio Farma terus memperkuat sistem pengelolaan informasi publik yang terintegrasi, adaptif terhadap perkembangan digital, serta selaras dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Langkah ini sejalan dengan peran perusahaan dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas.
Anugerah Keterbukaan Informasi Publik sendiri merupakan puncak dari rangkaian Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik yang telah berlangsung sejak September 2025.
Baca Juga: Lulusan SMA/SMK Berpeluang Gabung PT MUM sebagai Resepsionis, Penempatan Kerja Hanya di Kota Ini
Proses penilaian dimulai melalui pengisian Self-Assessment Questionnaire (SAQ), dilanjutkan dengan tahap presentasi, hingga penilaian akhir oleh tim penilai independen yang berasal dari unsur akademisi, birokrasi, pelaku usaha, dan masyarakat.
Predikat Informatif merupakan kategori tertinggi dengan rentang nilai 90–100, berada di atas kategori Menuju Informatif, Cukup Informatif, Kurang Informatif, dan Tidak Informatif.
Capaian ini menjadi momentum bagi Bio Farma untuk terus memperkuat budaya keterbukaan informasi serta meningkatkan kualitas layanan publik secara berkelanjutan.
Baca Juga: Pesona Curug Omas, Air Terjun Hijau di Kawasan Tahura Djuanda
Pencapaian tersebut menegaskan peran Bio Farma sebagai BUMN yang konsisten membangun kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi yang profesional dan terintegrasi, sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan serta kontribusi berkelanjutan dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional.***