Perubahan cara pandang tersebut semakin menguat setelah Harumi mengikuti Program Pertapreneur Aggregator.
Baca Juga: Wisata ke Rumah Gadang Balai Nan Duo, Sisa Kejayaan Sutan Chedoh yang Berumur Ratusan Tahun
Ia mulai meninggalkan pola founder-centric dan beralih membangun organisasi berbasis sistem, kepemimpinan, serta kolaborasi tim.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa penguatan UMKM dengan fondasi organisasi yang sehat sejalan dengan Asta Cita Poin 3, yakni penguatan ekonomi rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“UMKM perlu dipersiapkan agar mampu tumbuh sebagai organisasi yang tangguh.
Baca Juga: Angkutan Nataru 2025/2026, KAI Bandara Layani 177 Ribu Penumpang KA YIA
"Dengan sistem yang kuat, UMKM tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan membangun ekosistem usaha yang berdaya saing,” ujar Baron.
Bagi Harumi, transformasi tersebut terasa langsung dalam operasional bisnis sehari-hari.
Standarisasi kerja, pembagian peran, hingga pengambilan keputusan yang sebelumnya bertumpu pada dirinya, kini dijalankan melalui sistem yang terstruktur.
Bahkan, untuk pertama kalinya Harumi Fashion menyelenggarakan annual meeting sebagai sebuah organisasi, bukan sekadar usaha yang bergantung pada pemilik.
“Sekarang saya tidak lagi memegang semua peran. Fokus saya adalah memastikan sistem berjalan dan tim tahu arah yang dituju,” ungkap Harumi.
Ia menambahkan, perannya sebagai CEO kini lebih strategis dibandingkan operasional.
Baca Juga: Mikie Funland Berastagi 2026: Wahana Seru, Kuliner Lezat, dan Tips Liburan
Transformasi pola pikir ini turut mengubah cara Harumi mengambil keputusan bisnis.