Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa RDMP Balikpapan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Baca Juga: Ragam Kuliner Oman, Bagian Kuliner Arab Timur yang Berbumbu dan Selalu Dimakan Hangat-hangat
Proyek ini diawali dengan pembangunan pipa Senipah sepanjang 78 kilometer sebagai pasokan bahan baku ke kilang, dengan jantung RDMP berupa unit RFCC (Residual Fluid Catalytic Cracking) yang mengolah residu menjadi produk bernilai lebih tinggi.
"Peningkatan kapasitas produksi kita dari 260 ribu barel per hari naik menjadi 360 ribu barel per hari dengan kualitas yang lebih baik, standar Euro 5.
"Yang berikutnya terintegrasi juga dengan terminal BBM Tanjung Batu dengan volume 125 ribu kiloliter yang bisa melayani distribusi ke Indonesia bagian timur serta pembangunan tangki di Lawe-Lawe yang menampung 2 juta barel BBM sebagai penampungan," ungkap Simon.
Peresmian RDMP Kilang Balikpapan menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.***