Selain peningkatan kapasitas, produk yang dihasilkan nantinya telah memenuhi standar Euro V yang lebih ramah lingkungan. Dampak lanjutannya adalah penguatan kemandirian energi nasional melalui penurunan ketergantungan pada impor BBM.
Peran Kilang Balikpapan sangat krusial karena menjadi tulang punggung distribusi energi di wilayah Indonesia Timur.
Pasokan energi untuk Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua sangat bergantung pada kinerja kilang ini guna menopang mobilitas masyarakat dan roda perekonomian.
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa seiring meningkatnya perhatian global terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan, RDMP Balikpapan dilengkapi teknologi yang mampu mengolah feedstock (bahan baku) secara lebih fleksibel serta menghasilkan produk dengan kualitas lebih tinggi.
Baca Juga: Lumiko 38 Bandung, Kafe Sarapan Nyaman di Tengah Kota dengan Menu Comfort Food
Hal ini menunjukkan bahwa industri energi terus beradaptasi untuk bergerak ke arah yang lebih hijau.
Dengan warisan sejarah yang panjang dan proses transformasi berkelanjutan, Kilang Balikpapan tetap menjadi simbol ketahanan energi nasional yang siap mendukung generasi mendatang.
Baron meyakini peran generasi muda sangat penting untuk memahami nilai historis dan strategis aset bangsa ini.
Baca Juga: Kemenhut dan Pertamina Foundation Jalin Kerja Sama Strategis Optimalkan Kawasan Hutan
“Balikpapan adalah warisan sejarah yang terus kita modernisasi agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman."
"Kami ingin generasi muda tahu bahwa di Balikpapan, para Perwira Pertamina sedang berjuang memastikan setiap tetes energi sampai ke pelosok Indonesia Timur."
"RDMP adalah bentuk komitmen kami agar Indonesia punya kemandirian energi yang lebih tangguh ke depannya," ujar Baron. ***