Kabar BUMN - Di tengah maraknya paparan konten digital tak terfilter dan meningkatnya risiko adiksi game online pada anak usia sekolah dasar atau Generasi Alpha, PT Pertamina (Persero) mengambil langkah preventif melalui program ICT Goes to School.
Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan Pertamina dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki ketahanan (resilience) digital yang kuat.
Program tersebut dilaksanakan di SDN Kandangan II dan SDN Kandangan III, Surabaya, dengan melibatkan Perwira Pertamina Group dari fungsi Information, Communication & Technology (ICT).
Baca Juga: Melipir ke Pantai Gading Purba Wonogiri, Spot Kulineran Viral dengan Panorama Waduk Gajah Mungkur
Kegiatan ini difokuskan pada edukasi literasi digital bagi siswa kelas IV hingga VI, rentang usia yang dinilai krusial dalam pembentukan kebiasaan berinternet.
Senior Vice President Enterprise Information Technology Pertamina (Persero), Yoke Susatyo, menegaskan bahwa keberlanjutan sosial perusahaan dimulai dari upaya melindungi sumber daya manusia masa depan.
“Keberhasilan transformasi digital bukan hanya soal kecanggihan sistem, tapi bagaimana kita memastikan teknologi tidak berdampak negatif pada kesehatan mental dan pola perilaku anak-anak.
Baca Juga: Libur Panjang Isra Mikraj Makin Hemat! DAMRI Tebar Diskon 25% untuk Rute Favorit
"Di usia SD, mereka sangat rentan terpapar game secara berlebihan. Melalui program ini, kami ingin mengarahkan mereka agar melihat teknologi sebagai alat produktivitas, bukan sekadar hiburan yang melalaikan,” ujar Yoke.
Materi literasi digital yang disampaikan dirancang untuk menjawab tantangan zaman dengan tiga pilar utama.
Pilar pertama menekankan etika dan produktivitas, guna mengalihkan fokus anak dari sekadar bermain game menuju kreativitas digital.
Baca Juga: Sambut Imlek 2026, ANTAM Hadirkan Emas Batangan Tematik Year of The Horse
Pilar kedua berfokus pada keamanan data, yakni perlindungan identitas pribadi di ruang digital sejak dini.
Sementara pilar ketiga mengangkat aspek keseimbangan waktu, agar siswa memahami batasan penggunaan gawai demi menjaga kesehatan fisik dan mental.