Kabar BUMN - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menerima kunjungan kerja Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, pada Jumat (27/2/2026).
Kunjungan tersebut berlangsung di Lapangan Handil Central Processing Area (HCA) serta Senipah Peciko & South Mahakam (SPS), Kalimantan Timur.
Momentum ini menjadi kesempatan strategis untuk meninjau secara langsung aktivitas operasi hulu minyak dan gas bumi (migas) di wilayah yang kini masuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca Juga: Suasana Senja Ramadan, Jelajahi Spot Ngabuburit Andalan Warga Bandung
Wilayah tersebut memegang peran penting dalam mendukung ketersediaan sekaligus ketahanan energi nasional.
Selain meninjau operasi, Kepala Otorita IKN bersama rombongan juga mendalami berbagai aspek pengembangan kawasan sekitar Lapangan HCA dan SPS.
Fokus pembahasan meliputi potensi dan peluang pengembangan ekonomi pesisir, pembangunan permukiman tangguh bencana, hingga dukungan terhadap fungsi strategis nasional.
Baca Juga: KCIC Hadirkan Voucher Prabayar Whoosh, Berlaku 90 Hari dengan Syarat Khusus
Langkah ini dinilai krusial dalam memperkuat sinergi lintas sektor dan pemangku kepentingan guna menunjang pembangunan serta operasional IKN.
Dalam sesi audiensi, General Manager PHM Setyo Sapto Edi memaparkan profil operasi perusahaan, kontribusi produksi, serta komitmen menjalankan operasi migas yang selamat, andal, patuh, dan ramah lingkungan.
“Kami berkoordinasi dengan Otorita IKN terkait keberlanjutan proyek investasi dan kegiatan operasional hulu migas Perusahaan di wilayah kerja migas yang berada di dalam wilayah IKN,” ungkap Setyo.
Baca Juga: Tak Bisa Refund dan Reschedule, Cek Aturan Promo DAMRI Twindate 3.3 Sebelum Checkout
Ia menegaskan bahwa kesinambungan investasi dan produksi migas menjadi faktor penting bagi keberlangsungan IKN, baik saat ini maupun di masa mendatang.
“Keberlanjutan investasi hulu migas Perusahaan, baik eksplorasi maupun eksploitasi, akan menghasilkan manfaat berganda untuk memenuhi kebutuhan energi, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan mendukung pembangunan masa depan Indonesia, termasuk IKN,” jelasnya.