“Kepemimpinan yang konsisten dan memberi contoh akan memperkuat implementasi K3 di seluruh lini organisasi. Budaya keselamatan tidak bisa hanya menjadi slogan, tetapi harus tercermin dalam tindakan sehari-hari,” kata dia.
Baca Juga: Catat! Jadwal Resmi Libur Lebaran 2026 dan Nyepi: Potensi Libur Panjang Hampir Sepekan
Di sisi lain, Pertamina Drilling terus mendorong keterlibatan aktif seluruh pekerja dalam menjalankan standar K3. Peningkatan kesadaran dan kepatuhan menjadi fokus utama guna mendukung target Zero Fatality dan Zero Lost Time Injury (LTI).
Partisipasi menyeluruh dinilai menjadi elemen penting agar budaya keselamatan benar-benar hidup dalam aktivitas operasional sehari-hari.
Avep mengakui bahwa menjaga konsistensi budaya K3 di tengah dinamika operasional serta tantangan industri migas bukan perkara sederhana.
Baca Juga: Mudik Naik Kereta Makin Hemat, KAI Beri Diskon 30 Persen Tiket Ekonomi untuk Lebaran 2026
Meski demikian, ia menilai keberlangsungan usaha sangat bergantung pada kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko secara disiplin dan sistematis.
“Relevansi budaya K3 sangat erat dengan keberlanjutan bisnis. Tanpa budaya keselamatan yang kuat, mustahil perusahaan dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa integrasi antara K3, strategi bisnis, dan kinerja perusahaan menjadi langkah strategis agar aspek keselamatan tidak terpisah dari target operasional maupun finansial.
Baca Juga: Tiket Kapal Lebih Hemat! PELNI Beri Diskon 30 Persen untuk Mudik Lebaran 2026
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan memastikan bahwa keselamatan menjadi bagian tak terpisahkan dari pencapaian kinerja.
Melalui peringatan Bulan K3 Nasional, Pertamina Drilling berharap seluruh insan perusahaan semakin memperkuat komitmen kolektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, serta produktif.
Upaya ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan energi nasional secara berkelanjutan. ***