Kabar BUMN — Suasana menjelang waktu berbuka di Masjid Cut Meutia, Jakarta, terasa hangat dengan deretan kopi dan matcha yang tertata di atas meja sederhana.
Aroma minuman yang baru diseduh berpadu dengan lantunan azan magrib, menciptakan momen yang menenangkan bagi para jamaah.
Menariknya, minuman tersebut tidak disajikan oleh barista kafe ternama, melainkan para pelaku usaha ultra mikro yang pernah berada di fase sulit kehidupan dan kini bangkit melalui program UMiMAX Pertamina.
Baca Juga: Buka Puasa di Kawasan Situs Bersejarah, Buko Ing Boko Jadi Pilihan Unik di Jogja
Ahmad Gojali (38) menjadi salah satu sosok yang merasakan perubahan itu. Ia pernah kehilangan pekerjaannya sebagai tenaga penjual dan harus beralih menjadi tukang parkir demi menyambung hidup.
Dengan penghasilan sekitar Rp1,5 juta per bulan, kebutuhan sehari-hari masih bisa terpenuhi, tetapi masa depan kedua anaknya terasa jauh dari kata aman.
“Hidup rasanya seperti jalan di tempat. Mau usaha tidak punya modal, mau kerja tetap belum dapat, bingung harus gimana” katanya pelan.
Baca Juga: DAHSYAT 2026 Digelar, PT Dahana Berbagi Kebahagiaan di Yayasan Daarul Hijrah
Titik balik hadir saat ia mengenal program Ultra Mikro Pertamina Aksi (UMiMAX). Inisiatif ini dirancang untuk membantu korban PHK serta masyarakat ekonomi lemah melalui dukungan peralatan usaha dan pembinaan rutin agar dapat memulai usaha ultra mikro secara mandiri.
Bermodal bantuan tersebut, Ahmad merintis usaha kopi keliling. Usahanya perlahan mendapat tempat di hati pelanggan dan membuahkan hasil yang lebih baik.
Kini ia mampu meraih pendapatan sekitar Rp3 juta per bulan, cukup untuk membayar kontrakan serta memenuhi kebutuhan keluarga dengan lebih tenang.
Baca Juga: Ikut Kebijakan WFA Selama Lebaran, Ini Trik Mengatur Alur Kerja Bagi Pekerja yang Punya Anak Kecil
“Alhamdulillah, yang berubah bukan cuma pendapatan, tapi rasa percaya diri saya yang mulai bangkit untuk terus melanjutkan hidup,” ujarnya.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menjelaskan bahwa program UMiMAX yang diperkenalkan pada akhir 2025 telah menjangkau 168 penerima manfaat. “Program ini diluncurkan untuk ikut mendukung target pengentasan kemiskinan dari Pemerintah,” ujar Baron.