Kegiatan pengeboran pada sumur tersebut dimulai pada 22 Januari 2026. Berdasarkan hasil uji alir awal yang dilakukan pada 16 Februari 2026, sumur TMB-026 menunjukkan potensi produksi minyak sebesar 554 BOPD.
Baca Juga: Garuda Indonesia Resmikan Kantor Penjualan Baru di Gedung BUMN untuk Perkuat Layanan Masyarakat
Selain dari sumur baru, peningkatan produksi juga diperoleh melalui kegiatan well intervention pada sumur BEL-053 yang berlokasi di Kabupaten Muara Enim.
Setelah proses intervensi sumur yang berlangsung selama 13 hari pada periode 8 hingga 21 Februari 2026, kapasitas produksi sumur tersebut tercatat mencapai 650 BOPD.
PHR Regional Sumatra Zona 4 yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina mengelola tujuh wilayah kerja yang berada di bawah Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE).
Baca Juga: PGE Area Kamojang Sukses Rampungkan Proyek Pemipaan, Perkuat Energi Panas Bumi Nasional
Wilayah operasi tersebut meliputi PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, serta PHE Raja Tempirai.
Seluruh wilayah kerja tersebut tersebar di dua kota yaitu Prabumulih dan Palembang. Selain itu, area operasionalnya juga mencakup sembilan kabupaten yang meliputi Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, PHR Regional Sumatra Zona 4 berada di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). ***