rilis-bumn

Transformasi TLKM 30 Jadi Langkah Telkom Perkuat Bisnis dan Tata Kelola Perusahaan

Selasa, 10 Maret 2026 | 17:30 WIB
Telkom fokus mengeksekusi strategi TLKM 30 pada 2026 dengan penataan portofolio bisnis, penguatan tata kelola, dan pembentukan strategic holding. (Dok. Telkom)

Selain itu, entitas ini juga membuka peluang network sharing serta kemitraan strategis yang dapat memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.

Baca Juga: Tukar Telkomsel Poin Bisa Dapat Umroh, Innova Zenix hingga iPhone 17 di Undi-Undi Hepi 2026

Ke depan, InfraNexia diharapkan dapat menjadi salah satu engine of growth baru bagi TelkomGroup.

Selain FiberCo, Telkom juga menyiapkan langkah strategis lainnya untuk mengoptimalkan nilai dari aset infrastruktur seperti bisnis data center melalui NeutraDC serta bisnis menara telekomunikasi melalui Mitratel.

Sebagai bagian dari transformasi yang dijalankan, Telkom juga melakukan streamlining melalui penataan portofolio entitas usaha di lingkungan TelkomGroup.

Baca Juga: Presale Lebaran Waterboom Jogja Dibuka, Main Air Hemat Sekaligus Gratis Museum Air

Perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai anak usaha untuk memastikan fokus bisnis tetap berada pada sektor inti telekomunikasi dan digital.

Upaya ini sekaligus bertujuan menciptakan struktur organisasi yang lebih ramping dan efisien.

Implementasi awal dari langkah tersebut adalah penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA) yang dilakukan oleh PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra) sebagai bagian dari proses menuju divestasi penuh PT Administrasi Medika (AdMedika) beserta entitas anaknya TelkoMedika yang bergerak di bidang third party administrator sektor kesehatan.

Baca Juga: Pertagas Bukukan Kinerja Solid 2025, Fokus Perluas Infrastruktur Energi Berkelanjutan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi penataan portofolio bisnis non-core di TelkomGroup.

Pada saat yang sama, Telkom juga memperkuat perannya sebagai strategic holding, di mana perusahaan berfokus pada fungsi value creation serta governance oversight, sementara operasional bisnis dijalankan oleh entitas operating company yang menjadi penggerak utama di setiap lini usaha.

Lebih lanjut, Dian menjelaskan bahwa TelkomGroup akan memperkuat struktur bisnis perusahaan melalui operating company yang berfokus pada empat pilar utama sebagai mesin pertumbuhan ke depan.

Baca Juga: Kampung Ramadan Prambanan: Pererat Silaturahmi Melalui Pemberdayaan UMKM dan Berbagi Kebahagiaan di Ramadan Penuh Makna

Keempat pilar tersebut meliputi B2C, B2B ICT, Digital Infrastructure, serta International Business.

Halaman:

Tags

Terkini