Telkom Perkuat Aksi Penurunan Stunting Lewat Integrasi 1.231 Anak ke Platform Digital Pemantauan Gizi

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 27 Februari 2026 | 17:30 WIB
Program intervensi gizi terpadu yang dilaksanakan di sembilan provinsi di Indonesia. (Dok. Telkom)
Program intervensi gizi terpadu yang dilaksanakan di sembilan provinsi di Indonesia. (Dok. Telkom)

Kabar BUMN - Upaya percepatan penurunan stunting terus membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang terukur dan berkelanjutan.

Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu kunci agar setiap intervensi yang dilakukan dapat dipantau secara akurat.

Melalui langkah nyata, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menunjukkan komitmennya dalam mendukung target nasional dengan pendekatan berbasis data.

Baca Juga: Resep Kolak Pisang Legit dan Harum untuk Menu Berbuka Puasa di Rumah

Jakarta, 27 Februari 2026 – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menjalankan program intervensi gizi terpadu sepanjang Januari hingga Desember 2025 di sembilan provinsi di Indonesia.

Program ini menjangkau 3.169 anak sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap percepatan penurunan angka stunting nasional. Inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Dari total 3.169 anak penerima manfaat, sebanyak 1.231 anak telah terintegrasi ke dalam platform digital Stunting Action Hub.

Baca Juga: Jakarta Pertamina Enduro Kunci Peringkat Dua, Siap Tancap Gas di Final Four Proliga 2026

Melalui sistem ini, data pertumbuhan anak seperti tinggi badan, berat badan, serta status gizi dicatat dan dipantau secara terstruktur serta berkelanjutan.

Dengan pemantauan yang terdigitalisasi, evaluasi terhadap efektivitas intervensi dapat dilakukan secara lebih presisi dan real-time.

Program intervensi gizi ini dilaksanakan di sembilan provinsi, yaitu Lampung, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada, PTP Nonpetikemas Banten Perkuat Peran Logistik Nasional

Pelaksanaannya melibatkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat daerah. Sinergi tersebut memastikan distribusi bantuan nutrisi dan pendampingan berjalan tepat sasaran serta efektif di lapangan.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting nasional tercatat sebesar 21,5%, yang berarti satu dari lima balita di Indonesia mengalami gangguan pertumbuhan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini