rilis-bumn

Sinergi DPR RI dan Danantara Dorong Transformasi Industri Baja Nasional

Jumat, 13 Maret 2026 | 17:30 WIB
Sinergi DPR RI, BP BUMN, dan Danantara memperkuat transformasi Krakatau Steel melalui pembiayaan Rp4,93 triliun untuk mendukung industri baja nasional. (Dok. Krakatau Steel)

Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa dalam RDP tersebut Komisi VI DPR RI meminta pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, untuk tidak menerbitkan Persetujuan Teknis (Pertek) impor baja selama kebutuhan dalam negeri masih dapat dipenuhi oleh industri baja nasional.

Fasilitas Pembiayaan Perkuat Operasional Produksi

Dalam rangka mendukung transformasi bisnis perusahaan, Badan Pengelola Investasi Danantara menyalurkan fasilitas Pinjaman Pemegang Saham atau Shareholder Loan (SHL) kepada Krakatau Steel dengan nilai mencapai Rp4,93 triliun.

Baca Juga: Kampung Wisata di Surabaya yang Menghadirkan Suasana Jadul dan Tradisional di Tengah Kota

Dana tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perusahaan sekaligus meningkatkan kapasitas operasional produksi.

Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menyampaikan bahwa hingga minggu pertama Maret 2026 dana SHL yang telah dicairkan mencapai Rp4,367 triliun.

Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk pembelian bahan baku produksi dengan nilai Rp4,050 triliun atau setara sekitar 477.000 ton material.

Baca Juga: Pemerintah Resmi Buka Posko Nasional ESDM Ramadan dan Idulfitri 2026, Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman

Dari total bahan baku tersebut, sekitar 40 persen material sudah tiba dan mulai dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas produksi perusahaan.

Selain untuk pembelian bahan baku, fasilitas pembiayaan tersebut juga digunakan untuk mendukung program transformasi perusahaan.

Salah satu program yang didukung melalui fasilitas tersebut adalah program Golden Handshake dengan nilai sekitar Rp91 miliar. Sementara itu, sisa fasilitas pembiayaan sebesar Rp849 miliar akan digunakan sesuai peruntukan yang telah ditetapkan dalam perjanjian Shareholder Loan.

Baca Juga: Sapporo Cardiovascular Clinic Hadir di Indonesia, Prosedur TAVI Pertama Berhasil Dilakukan di Bali International Hospital

Momentum Transformasi Krakatau Steel Reborn

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Krakatau Steel Dr. Akbar Djohan menekankan pentingnya membangun ekosistem industri baja nasional yang saling terintegrasi.

Menurutnya, penguatan ekosistem tersebut diperlukan untuk menghadapi dinamika geopolitik global sekaligus meningkatnya persaingan industri baja dunia.

Baca Juga: Mudik Naik Kapal? Wajib Bawa 7 Barang Ini Agar Nyaman Sepanjang Perjalanan

“Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri baja nasional yang lebih tangguh, efisien, dan berdaya saing global,” tutupnya.

Halaman:

Tags

Terkini