Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa dalam RDP tersebut Komisi VI DPR RI meminta pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, untuk tidak menerbitkan Persetujuan Teknis (Pertek) impor baja selama kebutuhan dalam negeri masih dapat dipenuhi oleh industri baja nasional.
Fasilitas Pembiayaan Perkuat Operasional Produksi
Dalam rangka mendukung transformasi bisnis perusahaan, Badan Pengelola Investasi Danantara menyalurkan fasilitas Pinjaman Pemegang Saham atau Shareholder Loan (SHL) kepada Krakatau Steel dengan nilai mencapai Rp4,93 triliun.
Baca Juga: Kampung Wisata di Surabaya yang Menghadirkan Suasana Jadul dan Tradisional di Tengah Kota
Dana tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perusahaan sekaligus meningkatkan kapasitas operasional produksi.
Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menyampaikan bahwa hingga minggu pertama Maret 2026 dana SHL yang telah dicairkan mencapai Rp4,367 triliun.
Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk pembelian bahan baku produksi dengan nilai Rp4,050 triliun atau setara sekitar 477.000 ton material.
Dari total bahan baku tersebut, sekitar 40 persen material sudah tiba dan mulai dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas produksi perusahaan.
Selain untuk pembelian bahan baku, fasilitas pembiayaan tersebut juga digunakan untuk mendukung program transformasi perusahaan.
Salah satu program yang didukung melalui fasilitas tersebut adalah program Golden Handshake dengan nilai sekitar Rp91 miliar. Sementara itu, sisa fasilitas pembiayaan sebesar Rp849 miliar akan digunakan sesuai peruntukan yang telah ditetapkan dalam perjanjian Shareholder Loan.
Momentum Transformasi Krakatau Steel Reborn
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Krakatau Steel Dr. Akbar Djohan menekankan pentingnya membangun ekosistem industri baja nasional yang saling terintegrasi.
Menurutnya, penguatan ekosistem tersebut diperlukan untuk menghadapi dinamika geopolitik global sekaligus meningkatnya persaingan industri baja dunia.
Baca Juga: Mudik Naik Kapal? Wajib Bawa 7 Barang Ini Agar Nyaman Sepanjang Perjalanan
“Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri baja nasional yang lebih tangguh, efisien, dan berdaya saing global,” tutupnya.
Artikel Terkait
Raih Validasi Pasar, Krakatau Steel Sabet Best Stock Awards 2026
Sinergi Nasional Dorong Kedaulatan Baja, Krakatau Steel Tekankan Proteksi dan Optimalisasi Industri
PT PAL Gandeng Krakatau Steel dan BKI Memperkuat Kedaulatan Industri Maritim
Krakatau Steel Mulai Pengiriman Perdana Pipa Proyek DumaiāSei Mangkei
Baja Modular Krakatau Steel Bangun Fasilitas Publik Lebih Cepat, Sejalan dengan Asta Cita Presiden