Kabar BUMN — Manajemen PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream bersama PT Pertamina Drilling Services Indonesia melakukan Management Walkthrough (MWT) ke Rig PDSI#40.3/DS1500-E.
MWT ini berada di wilayah kerja PT Pertamina EP Zona 11 Regional 4, tepatnya di Sumur Eksplorasi DRJ-001, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa (17/3).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadan 1447 H yang tidak hanya mempererat hubungan antara jajaran manajemen dengan pekerja lapangan, tetapi juga memastikan bahwa aktivitas pengeboran tetap berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai dengan standar keselamatan kerja yang berlaku.
Baca Juga: Mudik Gratis BUMN 2026, BRI Berangkatkan 12.352 Pemudik dengan 238 Bus
Dalam kunjungan tersebut, sejumlah pimpinan turut hadir, di antaranya Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Subholding Upstream Awang Lazuardi, Direktur Eksplorasi Muharam Jaya, Direktur Operation Pertamina Drilling Aziz Muslim, VP Eksplorasi Regional 4 Dedi Yusmen.
General Manager Zona 11 Zulfikar Akbar, VP Operation Pertamina Drilling Komedi, serta Project Manager RO III Pertamina Drilling Lutfy Faluthi Firdaus.
Pada kesempatan itu, Awang menekankan bahwa Safari Ramadan dan MWT menjadi bentuk perhatian langsung manajemen terhadap para pekerja garis depan yang menjalankan operasional di lapangan.
Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Ini Jadwal Penting Magang BUMN BTN Batch 4 yang Harus Kamu Catat
“Ini adalah wujud kehadiran manajemen untuk memastikan seluruh pekerja menjalankan operasional dengan mengutamakan keselamatan, dan tetap fokus walaupun dalam keadaan berpuasa dan menjelang Hari Raya” ujar Awang.
Ia juga memberikan apresiasi kepada tim rig yang dinilai mampu menjaga operasional tetap berjalan dengan aman dan selamat.
Menurutnya, penguatan budaya keselamatan perlu terus dilakukan, salah satunya melalui penerapan prinsip ONE SIKA secara konsisten di seluruh lini pekerjaan.
Baca Juga: Wisata dengan Ongkos Murah Meriah di Jakarta, Ini Tempat Wisata yang Dilewati TransJakarta
“Tidak ada pekerjaan yang begitu penting hingga harus mengorbankan aspek HSSE. Prinsip No Permit, No Work harus benar-benar dijalankan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Awang menjelaskan bahwa pelaksanaan Pre Job Safety Meeting (PJSM) tidak hanya sebatas membahas tahapan pekerjaan, tetapi juga harus mencakup identifikasi potensi bahaya serta langkah mitigasi yang diperlukan.