Kabar BUMN - Pengiriman 15 ton makanan siap saji ini menjadi bagian dari total distribusi logistik konsumsi jemaah haji yang mencapai 230 ton.
Proses tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PT Pos Indonesia, Kementerian Haji dan Umrah, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.
Sinergi lintas sektor ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan konsumsi jemaah terpenuhi selama pelaksanaan ibadah haji 2026.
Baca Juga: Gempa di Bitung dan Ternate, ASDP Pastikan Penyeberangan Tetap Berjalan Aman
Maskapai nasional Garuda Indonesia pada Kamis (2/4) resmi memberangkatkan sekitar 15 ton logistik makanan nusantara Ready To Eat dan bumbu pasta menuju Jeddah.
Pengiriman tersebut dilakukan melalui dua penerbangan Garuda Indonesia guna mendukung kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia pada musim Haji 1447H/2026.
Distribusi ini menjadi tahap awal dari rangkaian pengiriman logistik yang telah direncanakan sebelumnya.
Baca Juga: Lelah Setelah Menjalani Kesibukan Hari Raya, Ini Beberapa Cara Menerapkan Slow Living di Akhir Pekan
Pengangkutan logistik tersebut merupakan bagian dari total distribusi 230 ton makanan untuk jemaah haji.
Program ini terlaksana berkat kolaborasi bersama PT Pos Indonesia, Kementerian Haji dan Umrah, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.
Tujuan utamanya adalah memastikan kelancaran operasional penyelenggaraan haji tahun 2026.
Baca Juga: Derita Bocah 6 Tahun Lawan Hirschsprung, PT TIMAH Berikan Bantuan untuk Kekey di Bangka
Dalam implementasinya, Garuda Indonesia akan mengirimkan total 230 ton logistik secara bertahap. Pengiriman dibagi menjadi dua periode, yakni 2–6 April 2026 serta 17–30 April 2026. Distribusi dilakukan ke dua kota tujuan utama, yaitu Jeddah dan Madinah.
Pelepasan pertama distribusi logistik haji 2026 dilakukan secara simbolis pada Kamis (2/4). Kegiatan berlangsung di Gudang Ekspor 510 Garuda Indonesia di Kompleks Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Acara tersebut dihadiri Direktur Niaga Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Ferry Irawan, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI Prof. Jaenal Effendi, serta Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Daud Joseph.