Kolaborasi tersebut juga mencakup penjajakan pengembangan CCS lintas batas antara Indonesia dan Korea Selatan, termasuk potensi pembentukan rantai nilai CCS regional.
Baca Juga: Libur Paskah 2026 sampai Kapan? Catat Tanggalnya!
Skema ini akan memanfaatkan kapasitas penyimpanan karbon di Indonesia sekaligus menjawab kebutuhan dekarbonisasi sektor industri di Korea Selatan.
PHE menilai kerja sama CCS lintas negara ini memiliki nilai strategis dalam mendukung target pengurangan emisi global, sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi salah satu pusat pengembangan CCS di kawasan.
Sementara itu, melalui kerja sama dengan POSCO International, PHE memperluas cakupan kolaborasi dengan fokus pada identifikasi peluang bisnis hulu, pengembangan aset migas baik domestik maupun internasional, serta pengembangan teknologi melalui knowledge sharing, studi bersama, hingga kajian teknis dan komersial proyek energi.
Baca Juga: Transisi Energi Dorong Desa Bangkit, Pertamina Perkuat Ketahanan Ekonomi dan Lingkungan
Kerja sama dengan POSCO juga mencakup penjajakan pengembangan CCS, termasuk potensi pembangunan CCS Hub di Indonesia sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon di sektor energi dan industri.
Sebagai bentuk penguatan kemitraan, PHE dan POSCO International sepakat memperpanjang masa berlaku MoU hingga 31 Maret 2028.
Langkah ini menjadi sinyal komitmen kedua pihak untuk melanjutkan pembahasan potensi kerja sama ke tahap yang lebih lanjut.
Baca Juga: Produksi dan Penjualan PTBA Meningkat di Tengah Dinamika Harga Global 2025
Seluruh MoU yang ditandatangani merupakan kerangka awal kerja sama yang akan menjadi dasar bagi studi dan diskusi lanjutan, serta belum bersifat komitmen investasi yang mengikat secara komersial.
Meski demikian, kesepakatan ini mencerminkan kesamaan visi para pihak dalam mendorong inovasi teknologi, pengembangan bisnis energi, serta penerapan prinsip keberlanjutan.
Melalui berbagai kemitraan strategis global tersebut, PHE menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat perannya sebagai perusahaan hulu migas yang kompetitif di tingkat internasional, sekaligus berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi nasional serta mendukung target transisi energi Indonesia.***