rilis-bumn

Lima Belas Kali Berturut-turut, PGE Kukuhkan Komitmen Lingkungan Lewat PROPER Emas

Kamis, 9 April 2026 | 06:45 WIB
Prestasi yang terus berlanjut. PROPER Emas jadi bukti komitmen PGE dalam menghadirkan energi hijau berkelanjutan.

Hingga kini, program ini telah menghasilkan 193,8 ton pupuk GeO-Fert, yang diaplikasikan pada 12,34 hektar lahan pertanian.

Di sektor perikanan, teknologi kolam berpenghangat panas bumi berhasil meningkatkan bobot ikan dari 200 gram menjadi 330 gram per ekor dan mempercepat masa panen hingga 25 persen.

Secara keseluruhan, program ini menjangkau 4.397 penerima manfaat dengan total penghasilan masyarakat mencapai Rp3,08 miliar dan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 5,10.

Baca Juga: Badak LNG Kembali Raih PROPER Emas ke-15, Perkuat Langkah Menuju Industri Energi Berkelanjutan

Dari sisi lingkungan, program ini berkontribusi pada reduksi emisi sebesar 146,28 ton CO₂e per tahun, serta pengurangan sampah organik hingga 232 ton per tahun.

Dekarbonisasi Operasional dan Pemberdayaan Berbasis Panas Bumi di Ulubelu

Area Ulubelu memiliki kapasitas terpasang sebesar 220 megawatt (MW) dan menyuplai sekitar 20 persen kebutuhan listrik Provinsi Lampung. Kali ini, PGE Area Ulubelu meraih PROPER Emas ke-4 kalinya melalui dua inovasi andalan, yakni STREAM dan SAI BUMI JEJAMA.

Baca Juga: Jam Buka Ragunan Diperpanjang Sampai 22.00 WIB, Pengunjung Dibagi Dua Sesi

STREAM (Steam Redistribution and Adjustment Method) merupakan inovasi teknis yang berhasil mengoptimalkan aliran uap dari sumur produksi melalui penambahan satellite separator. Inovasi ini berhasil menurunkan emisi sebesar 28.513 ton CO₂e.

STREAM telah dinobatkan sebagai Best Decarbonization Program di Subholding Power & New Renewable Energy PT Pertamina (Persero) pada tahun 2024, serta meraih penghargaan Platinum pada Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2025.

Pada sisi sosial, program SAI BUMI JEJAMA (Sustainable Agriculture for Building a Healthy Food System Community Through Joint Action and Mutual Aid) menghadirkan pendekatan ekonomi sirkuler berbasis panas bumi.

Baca Juga: Air Terjun Puspa Dewi, Bengkulu, Wisata Langka yang Menawarkan Air Terjun Berair Panas

Program ini memanfaatkan filler menara pendingin untuk budidaya pertanian dan perikanan, produksi pupuk, serta budidaya melon berbasis panas bumi. Program ini menghasilkan panen ikan 8 ton per tahun, sayuran 674 kg per tahun, dan pupuk organik 120 ton per tahun, dengan nilai SROI 3,9.

“Ke depan, PGE akan terus memperkuat program sosial dan pemberdayaan masyarakat di seluruh wilayah operasi. PGE memastikan bahwa energi panas bumi yang dikelola tidak hanya berkontribusi pada dekarbonisasi nasional, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat.

"Hal ini selaras dengan semangat Asta Cita Pemerintah dalam membangun kemandirian energi dan ketahanan pangan Indonesia,” ungkap Ahmad Yani.***

Halaman:

Tags

Terkini