Kondisi tersebut menuntut pengelolaan arus transportasi yang lebih terencana agar tidak menimbulkan kepadatan yang dapat menghambat mobilitas masyarakat secara luas.
Baca Juga: Tanpa Konflik, PalmCo Berhasil Pulihkan 223,05 Hektar Aset Negara
Data operasional mencatat bahwa selama periode Januari 2025 hingga Maret 2026, Pelabuhan Bajoe telah melayani sekitar 31 ribu penumpang serta 62 ribu unit kendaraan.
Angka ini menunjukkan peran krusial layanan penyeberangan dalam mendukung konektivitas antarwilayah sekaligus distribusi logistik nasional.
General Manager ASDP Cabang Bajoe, Anom Sedayu, memastikan bahwa selama masa penyesuaian tersebut, operasional lintasan Bajoe–Kolaka tetap berjalan seperti biasa. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan layanan sehingga kebutuhan mobilitas masyarakat tetap dapat terpenuhi dengan baik.
Baca Juga: Jaga Diri Tetap Produktif Saat Weekend dengan 6 Kegiatan Seru
“Untuk mendukung kelancaran layanan ke depan, kami akan menerapkan sistem digitalisasi melalui Ferizy pada lintasan Siwa–Kolaka."
"Implementasi ini diharapkan meningkatkan efisiensi, memperkuat akurasi data, serta memberikan kemudahan akses bagi pengguna jasa secara tertib, transparan, dan terintegrasi,” jelas Anom.
Dengan kesiapan operasional yang semakin diperkuat serta koordinasi yang solid bersama berbagai pihak terkait, ASDP optimistis proses pengalihan lintasan dapat berjalan sesuai rencana.
Baca Juga: Kesempatan Emas! Magang Illustrator di BTN untuk Kamu yang Kreatif dan Siap Berkarya
Komitmen ini sekaligus menegaskan peran penting perusahaan dalam menjaga konektivitas nasional tetap lancar tanpa mengganggu arus mobilitas maupun distribusi logistik. ***