rilis-bumn

Bukan Sekadar Bantuan, Patra Drilling Contractor Fokus Berdayakan Penyandang Disabilitas

Senin, 20 April 2026 | 11:00 WIB
Dari SIM D hingga pelatihan, difabel makin punya peluang berkembang.

Kabar BUMN - Di Indonesia, penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari stigma hingga keterbatasan akses yang kerap menghambat peluang berkembang.

Kondisi ini mendorong PT Patra Drilling Contractor (PDC) untuk menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pemberdayaan difabel secara berkelanjutan.

Corporate Secretary PDC, Ani Aryani, menjelaskan bahwa program CSR perusahaan dirancang untuk mendorong inklusivitas, pemberdayaan, kemandirian, dan peluang kerja bagi penyandang disabilitas.

Baca Juga: Kumpulan 20 Ucapan Hari Kartini 2026, Cocok untuk Status hingga Chat Pribadi

Program ini tidak sekadar bantuan, tetapi berbasis social mapping agar mampu menciptakan dampak nyata, mulai dari peningkatan keterampilan hingga kemandirian ekonomi.

Sejak 2023, PDC telah menggulirkan berbagai inisiatif, seperti pelatihan dan fasilitasi pembuatan SIM D bagi penyandang disabilitas di sekitar wilayah operasional.

Program ini membuka peluang bagi difabel untuk bekerja di sektor transportasi berbasis online yang semakin berkembang.

Baca Juga: Hari Ini! Semen Padang vs Persijap Digelar, Tiket Bisa Dibeli di PLN Mobile

Upaya tersebut terus diperluas.

PDC menggelar pelatihan tata boga khusus disabilitas di wilayah Rokan Hilir yang diikuti 20 peserta dari berbagai kategori, seperti tuna daksa, tuna grahita, dan tuna rungu.

Program yang digelar hari ini juga dilaksanakan di Matraman, melibatkan peserta dengan latar belakang tuna rungu, tuna wicara, dan tuna grahita.

Baca Juga: Layanan CPO Makin Ngebut, PTP Nonpetikemas Cabang Pangkal Balam Genjot Bongkar Muat di Babel

Melalui program ini, PDC menegaskan komitmennya untuk membuka lebih banyak ruang bagi penyandang disabilitas agar dapat berdaya, mandiri, dan memiliki kesempatan yang setara di masyarakat.

Kesembilang orang ini mengikuti pelatihan yang berlangsung selama sepuluh hari di kantor Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur.

Halaman:

Tags

Terkini