Implementasi FRMS sendiri diharapkan mampu meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional, serta kesejahteraan personel yang menjadi faktor penting dalam penyelenggaraan layanan navigasi penerbangan yang andal.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Minum Susu Segar di Bandung, Menyegarkan Karena Dekat dengan Sumbernya
Dalam industri penerbangan, FRMS merupakan pendekatan sistematis berbasis data dan ilmu pengetahuan untuk mengidentifikasi, memantau, serta mengurangi risiko kelelahan fisik maupun mental pada awak pesawat dan personel operasional.
Sistem ini bertujuan memastikan keselamatan operasional dengan mencegah penurunan kinerja akibat kelelahan.
Sementara itu, Direktur SDM & Umum AirNav Indonesia, Didiet KS Radityo, menambahkan bahwa kerja sama strategis ini akan berlangsung selama tiga tahun.
Baca Juga: KAI Aktifkan Stasiun di Batang dan Pemalang untuk Turun – Naik Penumpang
Tujuannya adalah mendukung AirNav Indonesia dalam membangun kerangka kerja FRMS yang berkelanjutan serta meningkatkan standar keselamatan penerbangan.
Secara teknis, perjanjian tersebut juga mengatur penugasan tenaga ahli AirNav Indonesia pada posisi strategis di ICAO.
Ia merinci, pengembangan kerangka kerja FRMS dalam kerja sama ini mencakup rekomendasi pembaruan kebijakan terkait manajemen kelelahan agar sejalan dengan Standards and Recommended Practices (SARPs) ICAO.
Baca Juga: Kumpulan 20 Ucapan Hari Kartini 2026, Cocok untuk Status hingga Chat Pribadi
Selain itu, juga mencakup peningkatan kompetensi kelembagaan serta sumber daya manusia dalam pengelolaan risiko kelelahan.
”Selain itu, akan dilakukan pengembangan peta jalan implementasi nasional dengan tonggak capaian yang terukur guna memastikan penerapan manajemen kelelahan yang efektif, berbasis data, dan patuh terhadap ketentuan di seluruh layanan lalu lintas udara,” jelas Didiet.
Ke depan, AirNav Indonesia diharapkan tidak hanya memperkuat perannya sebagai penyelenggara layanan navigasi penerbangan di tingkat internasional, tetapi juga mempertegas kontribusinya dalam membangun sistem penerbangan global yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui kerja sama ini pula, AirNav Indonesia diharapkan mampu berkontribusi langsung dalam pengembangan kebijakan navigasi penerbangan regional, sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia nasional melalui pengalaman di kancah internasional.***