rilis-bumn

Pertamina Ajak Mahasiswa Mengenal Strategi Indonesia Jaga Ketahanan Energi

Kamis, 21 Mei 2026 | 11:30 WIB
Direktur SPPU Pertamina Emma Sri Martini menjadi Narasumber saat sesi Students Meet The Global Executives saat acara 50th IPA Convex yang diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang, Banten pada Rabu (20/5)

Kabar BUMN – Pertamina membagikan strategi penguatan ketahanan energi nasional dalam ajang IPA Convex 2026 yang berlangsung pada 20–22 Mei 2026 di ICE BSD, Tangerang.

Strategi tersebut disampaikan Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina, Emma Sri Martini dalam sesi Students Meet The Global Executives yang dihadiri puluhan mahasiswa.

Dalam pemaparannya, Emma menjelaskan langkah Pertamina untuk menjaga pasokan energi nasional.

Baca Juga: Promo Emas Antam di Livin’ Mandiri, Diskon Hingga Rp1 Juta Sampai Akhir Mei 2026

Mulai dari optimalisasi sumber daya dalam negeri, peningkatan produksi migas, pengurangan impor energi, hingga pengembangan bisnis rendah karbon.

Ia juga menyoroti tantangan geopolitik global dan posisi Indonesia yang masih menjadi negara net importir energi.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat ketahanan energi menjadi fokus penting dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Jasa Marga Tebar Dividen Rp1,1 Triliun, Kinerja 2025 Tetap Tangguh di Tengah Ekspansi

Emma menyebut penguatan ketahanan energi kini menjadi salah satu target strategis nasional sesuai arahan pemerintah.

“Ini adalah pekerjaan rumah kita. Juga menjadi pekerjaan rumah Indonesia, mengenai bagaimana ketahanan energi menjadi target kita, bahkan dalam 4–5 tahun ke depan sesuai mandat Presiden,” ujarnya.

Menurutnya, strategi utama Pertamina dalam beberapa tahun ke depan adalah mengoptimalkan sumber daya domestik melalui peningkatan produksi dan lifting migas nasional.

Baca Juga: Akses Lubuk Alung Capai 24 Persen, Tol Padang–Sicincin Makin Terintegrasi

Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan teknologi, penguatan kemitraan strategis, hingga mendorong dukungan fiskal dari pemerintah guna menarik lebih banyak investor untuk mempercepat eksplorasi dan eksploitasi migas.

“Hal yang penting adalah bagaimana menciptakan lingkungan yang kondusif untuk meningkatkan keekonomian proyek, kelayakan proyek, dan meyakinkan Pemerintah untuk menyediakan semacam skema dan insentif fiskal yang baik bagi proyek guna mempercepat produksi dan lifting,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini