rilis-bumn

ASDP Tingkatkan Kapasitas MB Dermaga Bajoe Jadi 50 Ton, Konektivitas dan Keselamatan Penyeberangan Semakin Andal

Jumat, 22 Mei 2026 | 08:00 WIB
ASDP kembali mengoperasikan MB Pelabuhan Bajoe usai revitalisasi demi meningkatkan keselamatan dan konektivitas antarpulau. (Dok. ASDP)

Kabar BUMN - Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Bajoe, Sulawesi Selatan, kini memasuki fase baru. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi kembali mengoperasikan jembatan penghubung dermaga dan kapal atau moveable bridge (MB) Pelabuhan Bajoe setelah proses revitalisasi menyeluruh berhasil diselesaikan.

Beroperasinya MB baru tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna jasa penyeberangan.

Dimulainya kembali operasional MB ditandai dengan pelaksanaan Uji Sandar pada Kamis (21/5), setelah ASDP menuntaskan tahapan commissioning serta uji beban bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Baca Juga: Barang Ramah Lingkungan yang Wajib Dimiliki Seorang Pelancong yang Bertanggung Jawab

Revitalisasi dilakukan melalui penggantian total struktur MB dan sistem hidrolik dengan peningkatan kapasitas dari sebelumnya 30 ton menjadi 50 ton.

Selain itu, ASDP juga memperkuat jembatan trestle menuju MB guna memastikan operasional pelabuhan berjalan lebih aman, stabil, dan andal dalam jangka panjang.

Tak hanya fokus pada penguatan infrastruktur utama, ASDP juga melakukan penyegaran fasilitas pelabuhan melalui pengecatan untuk menghadirkan lingkungan pelabuhan yang lebih nyaman dan representatif.

Baca Juga: Program Desa Mandiri Cianjur Antarkan PELNI Raih Penghargaan CSR Award 2026

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, mengatakan revitalisasi MB di Pelabuhan Bajoe merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi penyeberangan yang semakin berkualitas.

“Perbaikan MB ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran operasional, keselamatan, serta kenyamanan masyarakat pengguna jasa penyeberangan,” ujar Windy.

Menurut Windy, pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada aspek fisik semata, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Pertamina Jadikan Harkitnas 2026 Momentum Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Selama proses revitalisasi berlangsung, ASDP turut menjalankan berbagai program sosial seperti pembagian sembako dan pelatihan kewirausahaan bagi warga Bajoe.

Selain itu, sekitar 25 masyarakat setempat juga dilibatkan dalam proses pekerjaan revitalisasi MB dan fasilitas pelabuhan.

Halaman:

Tags

Terkini