Dalam periode yang sama, rata-rata length of stay wisatawan meningkat menjadi 2,33 hari dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,96 hari.
Baca Juga: Dorong Ekonomi Kreatif, BRI dan Pemerintah Gelar Akad Massal KUR untuk 1.000 UMKM di Bali
Sementara itu, rata-rata okupansi hotel kawasan naik menjadi 44,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 41,55 persen.
“Peningkatan length of stay dan okupansi menunjukkan wisatawan mulai menjadikan The Mandalika sebagai destinasi dengan durasi tinggal yang lebih panjang.
"Kondisi ini memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal, UMKM, dan sektor hospitality di sekitar kawasan,” imbuh Troy.
Baca Juga: Badak LNG Komitmen Optimalkan Kompetensi Bisnis Saat Kunjungan Kerja PHE
Optimisme terhadap perkembangan kawasan juga disampaikan Direktur Utama Kleo Mandalika Resort Satoki Okazaki.
Menurutnya, The Mandalika memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata yang tidak hanya mengandalkan event, tetapi juga kekuatan alam, ekosistem kawasan, serta pertumbuhan aktivitas wisata yang terus meningkat.
“Kami melihat The Mandalika berkembang menjadi destinasi yang semakin matang dan memiliki karakter yang kuat.
Baca Juga: 3 Warung Kopi Legendaris di Bandung, Hadirkan Rasa dan Suasana Masa Lalu
"Pertumbuhan aktivitas wisata, peningkatan konektivitas, serta pengembangan kawasan yang terus berjalan menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha dan investor untuk tumbuh bersama dalam keberlanjutan,” ujarnya.
Penguatan aktivitas pariwisata di The Mandalika juga didukung peningkatan konektivitas udara menuju Lombok.
Berdasarkan data InJourney Airports, jumlah penumpang di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid selama Januari–April 2026 mencapai 850.319 penumpang atau meningkat sekitar 18,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.