Baca Juga: BNI Perkuat Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia, Alwi Farhan Buktikan Kualitas di Singapore Open
Payload data juga meningkat 2,3% YoY, didukung upaya perseroan memperkuat kualitas dan ekspansi jaringan melalui investasi yang disiplin dan berkelanjutan.
Strategi dalam menerapkan disiplin harga, penyederhanaan produk, serta menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik berhasil mendorong pertumbuhan ARPU menjadi Rp45.100 atau naik 6,4% YoY.
Hal ini mencerminkan inisiatif perbaikan pasar yang semakin sehat serta kondisi industri yang lebih stabil dan rasional.
Baca Juga: BULOG Optimalkan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah demi Jaga Stabilitas Pangan Nasional
Telkomsel akan terus fokus menjaga ARPU melalui peningkatan produktivitas pelanggan dan inovasi layanan digital lifestyle yang selaras dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.
Dian menambahkan “Dari sisi pasar, industri telekomunikasi masih prospektif karena konektivitas dan internet saat ini sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir pun kami melihat kebutuhan terhadap layanan internet terus tumbuh dan belum menunjukkan adanya tren penurunan.
"Kami optimistis untuk memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan customer experience yang baik.”
Baca Juga: Kekayaan Kuliner Malaysia yang Berbahan Gula Aren, Kombinasi Rasa Gurih dan Manis
Momentum Transformasi Pacu Pertumbuhan di Segmen B2B Infrastructure
Segmen B2B Infrastructure menunjukkan kinerja positif dengan pendapatan sebesar Rp2,4 triliun atau tumbuh 6,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi berkelanjutan bisnis Fiber-to-the-Tower (FTTT).
Pada bisnis menara telekomunikasi dan FTTT yang digawangi oleh Mitratel, perseroan membukukan pendapatan Rp2,3 triliun atau tumbuh 1,4% YoY, dengan Tower Leasing dan Tower-Related Business tetap menjadi kontributor utama penopang stabilitas pendapatan.
Baca Juga: Nikmati Promo BRI Weekend, Belanja Akhir Pekan di Tokopedia Lebih Hemat dengan Kartu Kredit BRI
Berkat efektivitas pengelolaan biaya serta fundamental bisnis yang kuat, Mitratel berhasil menjaga EBITDA margin tetap stabil di 82,7%.
Sebagai upaya untuk terus menjadi pemimpin pasar menara telekomunikasi di Asia Tenggara, Mitratel juga memperkuat strategi portofolio pada aset fiber optic.
Sepanjang periode kuartal pertama, Mitratel melakukan ekspansi sepanjang 1.080 km fiber optic yang menjadikan total kepemilikan mencapai 58.279 km.