Dengan alat ini, kualitas kopi yang dihasilkan meningkat signifikan, sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi.
Baca Juga: Nurul Fatihah, Local Hero Binaan PHSS, Unjuk Gigi di Ajang Anugerah Inspirasi Pemuda Kukar 2025
Kini, kopi Robusta dari Sawahlunto telah dipasarkan secara mandiri, bahkan pernah diekspor hingga 100 kg ke China.
Selain itu, para petani mendirikan Kafe Arang sebagai ruang pemasaran dan tempat berkumpul masyarakat.
Rata-rata pendapatan petani meningkat menjadi Rp 6–7 juta per bulan.
Baca Juga: Badak LNG Galakkan Aksi Bersih Sampah Plastik di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025
Kisah sukses ini membuktikan bahwa lahan pascatambang tidak selalu menjadi akhir dari segalanya.
Justru, dengan pembinaan yang tepat, tanah tersebut bisa menjadi awal dari harapan baru, harapan yang tumbuh bersama kopi Robusta Sawahlunto.***
Artikel Terkait
Beasiswa BIDIKSIBA PTBA Bantu Anak Buruh Harian Raih Impian Duduk di Perguruan Tinggi
Dari Penambang Ilegal Jadi Pembudidaya Ikan: Transformasi Warga Tanjung Agung Bersama PTBA
PTBA Tindak Tambang Ilegal di Muara Enim, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan
Transformasi Hijau Tanjung Enim: PTBA Wujudkan Kota Wisata Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan
Lewat Bamboo for Life, PTBA Ubah Bambu Jadi Sumber Harapan dan Ekonomi Masyarakat Lampung