Hampir 2 bulan ia menganggur karena ancaknya (lahan sadapannya) disegel oknum.
“Sebelum diportal, saya juara 2 produksi. Gaji saya hampir lima juta sebulan. Sekarang, boro-boro sejuta, lima ratus ribu saja sudah bagus karena terpaksa berbagi ancak di Afdeling 1. Awal konflik, saya hampir dua bulan nganggur. Otomatis tidak ada penghasilan,” katanya.***
Artikel Terkait
PTPN XIV Unit Kebun Luwu I Memeroleh Produktivitas Kilogram Tertinggi Terhadap RKAP
Komut Holding: Dekom Mendukung Tembakau Ditumbuhkembangkan di PTPN Group
Sinergi Bersama PLN, PTPN V Efisiensi Hingga Rp172,8 Miliar
PTPN V Tegaskan Komitmen Wujudkan Perkebunan Berkelanjutan
Kerja Sama dengan BRIN, PTPN IV Kembangkan Bidang Pertanian dan Pangan