Menurut Iqbal Fikri, keberadaan industri pertahanan menjadi penting untuk menghadapi kondisi semacam ini.
“Kita merasa bahwa keberadaan PAL memenuhi esensi kenapa sebuah perusahaan harus ada.
"Bukan hanya untuk usaha mencari keuntungan, tapi karena manfaat karyanya pada dunia,” katanya.
Bantuan serta kehadiran kapal Rumah Sakit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 ini sekaligus membuktikan dukungan Indonesia terhadap masyarakat Palestina.
Khususnya dalam pemulihan pasca konflik atas dampak yang dialami masyarakat Palestina.
Menteri Pertahanan Prabowo dan Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhammad Ali terus berkoordinasi dengan pemerintah Mesir untuk memastikan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 dapat bertahan selama beberapa hari di lokasi.
Kapal akan bertahan beberapa hari untuk membangun rumah sakit lapangan.
Prabowo mengatakan, meskipun masih dalam proses negosiasi, kemungkinan besar para personel kapal akan kembali ke Tanah Air setelah menyalurkan bantuan tersebut.***
Artikel Terkait
Wakil Menteri BUMN Tinjau Fasilitas Produksi PT PAL Indonesia, Soroti Kemajuan Pesat Bisnis Perusahaan
PT PAL Kukuhkan Komitmen Dalam Penguasaan Teknologi Pertahanan dan Ambil Peran Kunci Industri Manufaktur Pertahanan Maritim
RKAP 2024: PT PAL Indonesia Tingkatkan Target Pendapatan Terbesar Sepanjang Sejarah
PT PAL Indonesia Dukung Pemberdayaan Daerah Lewat Pembangkit Listrik Terapung
PT PAL dan UNHAN Gotong Royong Bangun Rumah Apung untuk Warga Terdampak Banjir Rob