Kabar BUMN - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh isu uang yang hilang dan untuk bijaksana dalam menggunakan media sosial.
Baru-baru ini, telah muncul video dan konten di media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan WhatsApp yang mengabarkan tentang uang yang hilang dari tabungan serta mengajak masyarakat untuk menarik dananya dari bank.
Agustya Hendy Bernadi, Sekretaris Perusahaan BRI, menjelaskan fakta-fakta terkait isu ini, seperti dikutip KabarBUMN.com dari bri.co.id, Selasa (7/5/2024):
Baca Juga: Program BRI Peduli Ini Sekolahku: Menyokong Pendidikan Berkualitas di Indonesia
1. Konten yang Beredar di Media Sosial dan WhatsApp
Konten yang beredar mengenai uang yang hilang di BRI belum lama ini menjadi viral di media sosial dan tersebar melalui WhatsApp.
Namun, kebenaran konten tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan, karena sebagian di antaranya sengaja disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, menyebabkan kekhawatiran di masyarakat.
Baca Juga: BRI Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Microsoft Guna Dorong Inklusi Keuangan di Indonesia
2. Di-posting oleh Akun-Akun Bodong dan Buzzer
Konten yang memicu kekhawatiran ini sering kali di-posting oleh akun-akun tidak kredibel dan buzzer.
Misalnya, akun Instagram @kr1t1k_p3d45 pada 3 Mei 2024 membagikan video lama dengan narasi bahwa menabung di bank tidak aman.
Sebelumnya, pada bulan April, video di TikTok @rakyatdotnews dan WhatsApp juga mengenai kasus kehilangan uang Rp400 juta di BRI Makassar telah menjadi viral.
3. Berisi Informasi Hoax dan Kejadian Lama
Artikel Terkait
Adelle Jewellery Hadirkan 3 Koleksi Perhiasan Mewah, Ada Diskon Jutaan dari BRI!
Gandeng Microsoft, BRI Dorong Penggunan AI untuk Layanan Semakin Canggih
BRI Gelar Desa BRILiaN 2024 Diawali Kick Off Batch 1, Targetkan 1.000 Desa di Seluruh Indonesia Ikuti Program
BRI Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Microsoft Guna Dorong Inklusi Keuangan di Indonesia
Program BRI Peduli Ini Sekolahku: Menyokong Pendidikan Berkualitas di Indonesia