Perum BULOG Jamin dan Pastikan Rantai Pasok Beras untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 25 Juni 2024 | 13:00 WIB
Perum BULOG menjamin dan memastikan rantai pasok beras untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional (Dok. BULOG)
Perum BULOG menjamin dan memastikan rantai pasok beras untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional (Dok. BULOG)

Kabar BUMN - Perum BULOG, sebagai BUMN yang bergerak di bidang pangan, terus melakukan transformasi untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Salah satu strategi Perum BULOG adalah dengan memanfaatkan teori keunggulan komparatif David Ricardo, ekonom ternama.

Teori David Ricardo , dalam bukunya "Principles of Political Economy and Taxation," menyatakan bahwa negara sebaiknya berfokus pada produksi barang yang memiliki biaya peluang lebih rendah dibandingkan negara lain.

Baca Juga: Pindad Perkuat Kerja Sama dengan Nexter KNDS di Eurosatory 2024 Paris: Buka Peluang di Bidang MKB

Dengan berfokus pada produksi barang yang memiliki keunggulan komparatif, negara dapat meningkatkan efisiensi, margin keuntungan, dan memperoleh hasil material yang lebih tinggi.

Penerapan teori ini terbukti meningkatkan efisiensi dan margin keuntungan, seperti yang dilakukan banyak negara yang memproduksi barang di negara berkembang seperti Vietnam, Myanmar, dan Sri Lanka.

Pemerintah, melalui Perum BULOG, berencana menerapkan prinsip ini seiring dengan penjajakan kerjasama ekonomi dan investasi pangan dengan Kamboja.

Baca Juga: Wisata Alam Orchid Forest Lembang, Cocok untuk Nikmati Masa Liburan Sekolah Anak

“Kami siap melaksanakan penugasan tersebut, termasuk melakukan komunikasi dengan beberapa pelaku usaha beras di Kamboja."

"Hal ini bukan hanya tentang memperluas jangkauan geografis, tetapi juga tentang mewujudkan keunggulan kompetitif rantai pasok beras sehingga ketahanan pangan di Indonesia dapat terwujud,” ucap Bayu Krisnamurthi, Direktur Utama Perum Bulog.

Visi transformasi Perum BULOG adalah menjadi pemimpin terpercaya dalam rantai pasok pangan, khususnya beras, dengan pengalaman 57 tahun di distribusi pangan.

Baca Juga: Kembangkan Pabrik Baru, Pupuk Kujang Sepakati MoU dengan HCML Terkait Pemanfaatan Pipa Cisem

Namun, BULOG sering menghadapi isu terkait impor dan kerjasama ekonomi. Edukasi masyarakat tentang rantai pasok pangan, termasuk mekanisme ekspor impor seperti despatch dan demurrage, sangat penting.

“Sebenarnya demurrage dan despatch adalah hal yang lumrah terjadi dalam penanganan barang impor," ungkap Tito Pranolo, Pakar Pangan Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Sumber: bulog.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini