"Demurrage adalah denda keterlambatan bongkar, sedangkan despatch adalah bonus yang diberikan karena bongkar barang terjadi lebih cepat."
"Jadi sebenarnya tidak lengkap membahas demurrage tanpa membahas despatch juga."
"Karena tentunya keduanya pernah dialami oleh Perum BULOG sebagai operator pelaksana penerima mandat impor beras dari pemerintah dan selama ini Perum BULOG tidak pernah membebani masyarakat karenanya,” tandasnya.
Tito juga menyebutkan faktor-faktor penyebab demurrage, termasuk keterlambatan pengiriman dan kondisi iklim, yang juga dikemukakan oleh Amanda Katili Niode, Direktur The Climate Reality Project Indonesia.
Amanda menekankan, "Kita berada di tengah polikrisis, di mana krisis ekonomi, iklim, dan pangan saling mempengaruhi. Dampaknya sangat besar pada manusia, terutama perubahan iklim."
Menanggapi dorongan beberapa pihak agar penegak hukum terlibat dalam isu demurrage, pakar hukum dan politisi PAN, Shanti Dewi Mulyaraharjani, menyarankan agar legislatif menanyakan isu ini kepada Bapanas dan Perum BULOG terlebih dahulu.
"Transparansi dan kronologi yang jelas diperlukan untuk mempertanggungjawabkan isu ini kepada masyarakat," katanya.
Perum BULOG terus berupaya menjamin dan memastikan rantai pasok pangan terjaga untuk ketahanan pangan nasional.
“Perubahan fungsi Perum BULOG dari masa ke masa, tidak merubah komitmen kami untuk tetap menjadi pemimpin rantai pasok pangan yang terpercaya," kata Sonya Mamoriska, Direktur Transformasi& Hubungan Antar Lembaga Perum BULOG.
"Kami juga terus menerus meningkatkan pelayanan kami sehingga bisa berkontribusi lebih bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia yang tentunya sesuai dengan ke-4 visi transformasi kami,” tutupnya.***
Artikel Terkait
HUT ke-57, Perum BULOG Gelar Lomba Foto untuk Masyarakat Umum, Ada Hadiah Jutaan Rupiah untuk Masing-masing Pemenang
Total Hadiah Puluhan Juta, Ikuti Lomba Video HUT ke-57 BULOG, Berikut Syarat dan Ketentuannya
Penyerapan Gabah dan Beras Dalam Negeri oleh BULOG Tembus 30.000 Ton, Setara GKP per Hari
HUT BULOG ke-57, Dewan Pengawas Perum BULOG Lari Ultra Marathon 57 Km dari Jakarta sampai Bogor
Peringati HUT ke-57, Bulog Luncurkan Logo Baru Perusahaan