"Petani hanya perlu membawa KTP sebagai identitas utama saat membeli pupuk di kios resmi,” tambah Gusrizal.
Diskusi dan Edukasi untuk Petani
Dalam Rembuk Tani, para petani juga mendapatkan informasi tentang distribusi pupuk, penggunaan pupuk yang efektif, dan cara mendaftar di sistem e-RDKK (elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).
Acara ini diharapkan menjadi wadah komunikasi antara Pupuk Indonesia, dinas pertanian, dan petani, sekaligus memperkuat kerja sama menuju swasembada pangan.
Baca Juga: Lowongan Magang SDM di Perusahaan BUMN! Buruan Daftar ke PT Pupuk Indonesia
“Program ini penting untuk menyatukan langkah semua pihak di sektor pertanian.
"Kami berkomitmen mendengar aspirasi petani dan mencari solusi bersama atas tantangan pertanian di Indonesia,” jelas Gusrizal.
Cakupan Luas, Dampak Besar
Baca Juga: Tegas! Pupuk Indonesia Siap Dukung dan Wujudkan Swasembada Pangan
Kegiatan Rembuk Tani di Semarang dihadiri 5.310 petani dari berbagai daerah, termasuk Demak, Salatiga, dan Kendal.
Pupuk Indonesia juga memberikan bantuan 10 ton pupuk nonsubsidi kepada 10 kelompok tani.
Program ini telah dilaksanakan di 77 titik kecamatan di sembilan provinsi, melibatkan lebih dari 17.000 petani.
Di Jawa Tengah, kegiatan ini mencakup Brebes, Magelang, Klaten, hingga Wonogiri.
Rangkaian acara masih akan berlanjut di Sragen dan Temanggung pada akhir November hingga awal Desember 2024.
Artikel Terkait
Lowongan Magang SDM di Perusahaan BUMN! Buruan Daftar ke PT Pupuk Indonesia
Pupuk Indonesia di COP 29: Indonesia akan Jadi Pionir dalam Produksi Proyek Hybrid Green Ammonia Pertama Dunia
Pupuk Indonesia Salurkan Bantuan Sembako dan Perlengkapan untuk Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur
Hingga September 2024, Pupuk Indonesia Niaga Telah Menyalurkan 92 Ribu Ton Pupuk Subsidi
Pupuk Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi di BUMN Branding & Marketing Award 2024