Jika segitiga ekosistem pesisir ini terjaga dengan baik, maka kehidupan nelayan akan lebih sejahtera karena mereka akan lebih mudah mencari ikan.
Baca Juga: Ide Liburan Akhir Pekan di Bukit Panembongan Kuningan, Cukup Bayar Tiket Masuk Rp7000
Selain itu, manfaat lainnya yang akan diperoleh adalah keanekaragaman hayati meningkat, mencegah abrasi, hingga menciptakan udara menjadi lebih segar.
Pasalnya, mangrove dan padang lamun memiliki kemampuan alami untuk menyerap karbon, mengurangi pemanasan global dan melestarikan lingkungan.
"Pemulihan lingkungan ini untuk jangka panjang. Ke depan, para nelayan akan lebih mudah mendapatkan ikan.
"Jadi meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga," jelas Andi.
Lebih lanjut, Andi mengatakan PTBA Unit Pelabuhan Tarahan juga memberdayakan masyarakat Desa Sidodadi dengan melakukan pembinaan bagi Usaha Mikro dan Kecil (UMK).
Salah satunya, membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Kerang Unyu.
Usaha kerajinan kerang ini berhasil memberdayakan 10 orang ibu rumah tangga dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.
Melalui kegiatan ini, pendapatan mereka meningkat signifikan.
"Masyarakat jadi mendapat keterampilan baru, hasilnya bisa dipasarkan via online dan menjadi oleh-oleh wisatawan," ungkap Andi.
Baca Juga: BUMN Virama Karya Buka Lowongan Magang Bersertifikat, Posisi Admin Kepegawaian Bagian SDM
Hingga saat ini, KTH Bina Jaya Lestari dan PTBA Unit Pelabuhan Tarahan telah berhasil menanam 40 ribu bibit mangrove pada lahan seluas 13,21 hectare (ha) di Kawasan Ekowisata Mangrove Cuku NyiNyi.
Artikel Terkait
Sinergi antar BUMN: KAI, PTBA, dan Semen Baturaja Tingkatkan Kapasitas Bongkar Batu Bara Area Kertapati
Hingga Triwulan III 2024, PTBA Cetak Laba Bersih Rp 3,23 Triliun
PTBA Membangun PLTS untuk Pompa Irigasi Pertanian di Pringsewu, Lampung
Berangau Park, Ruang Terbuka Hijau dari PTBA untuk Masyarakat Tanjung Enim
Berdayakan Masyarakat, PTBA Sulap Lahan Bekas Galian Tidak Produktif di Banyuasin Menjadi Kolam Penghasil Untung