Smart Green House Pupuk Kaltim Dorong Pertanian Modern dan Produktif di Kutai Timur

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 21:45 WIB
Pupuk Kaltim hadirkan Smart Green House di Kutai Timur sebagai model pertanian modern yang produktif dan efisien, dukung ketahanan pangan lokal. (Dok. Pupuk Kaltim)
Pupuk Kaltim hadirkan Smart Green House di Kutai Timur sebagai model pertanian modern yang produktif dan efisien, dukung ketahanan pangan lokal. (Dok. Pupuk Kaltim)

Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Teguh Ismartono, menyebutkan bahwa inisiatif Smart Green House ini menjadi role model untuk pertanian cerdas yang mendukung ketahanan pangan di Kalimantan Timur.

Baca Juga: WSBP Suplai Half Slab untuk Kantor Gubernur Papua Selatan

"Hal ini pun diharap tak hanya mampu mendorong tata kelola pertanian secara optimal, tapi juga memberi nilai tambah bagi petani dan masyarakat sekitar," kata Teguh.

Ia juga menekankan pentingnya adaptasi petani terhadap teknologi dan ilmu baru demi menciptakan sektor pertanian yang tangguh.

Menurutnya, program ini bukan sekadar transfer teknologi, tetapi ruang belajar yang dinamis bagi petani dan generasi muda.

Baca Juga: Ciptakan Planet Versimu di Galactic Studio, Langsung Meluncur ke PVJ Bandung!

Teguh berharap agar para petani binaan bisa menjadi agen perubahan yang membagikan pengetahuan kepada komunitas lain demi membangun ekosistem pertanian yang menyeluruh.

Ketua Kelompok Tani Qoryah Mubarokah, Syamsuddin, juga turut mengapresiasi dukungan Pupuk Kaltim terhadap petani binaan.

Ia menuturkan, “Petani Qoryah Mubarokah sudah merasakan manfaat program ini, khususnya ekonomi yang mulai bisa ditopang dari hasil panen. Makanya kami optimis untuk selalu mengembangkan potensi komoditas ke depannya.”

Baca Juga: Buka Peluang Berkarier! Magang di PT INALUM Khusus Mahasiswa Semester Akhir

Syamsuddin juga berharap agar pendampingan dari Pupuk Kaltim tetap berlanjut, terutama dalam hal pemasaran hasil panen.

Ia menegaskan bahwa kelemahan terbesar kelompok tani saat ini ada pada penjualan, sehingga keterlibatan off taker sangat dibutuhkan untuk memastikan manfaat program dirasakan lebih luas.

"Kami harap pendampingan berkelanjutan Pupuk Kaltim, utamanya dari sisi penjualan hasil panen kepada off taker. Sebab kami masih lemah di bidang itu, agar kedepan manfaat program makin dirasakan petani," harapnya. ***

 

Add as a preferred source on Google
Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler