"Kami berharap kerja sama ini menjadi awal dari sinergi yang lebih luas, di mana pariwisata dapat berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai keberlanjutan, dan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Baca Juga: Ikuti Magang Perhutani di Probolinggo, Dapatkan Pengalaman Mengelola Hutan Lestari
Senada dengan itu, Vera Galuh Sugijanto menyampaikan, melalui kerja sama ini, kami berharap dapat membantu mewujudkan pariwisata yang bertanggung jawab dan wisata terhidrasi sehat, sehingga memperluas dampak positif AQUA di sektor wisata dan pelestarian budaya.
"Kami percaya dengan sinergi, kita dapat membangun pariwisata yang bukan hanya mempesona, tetapi juga menyehatkan, memberdayakan, dan membanggakan bangsa di kancah dunia,” jelasnya.
AQUA tak hanya menyediakan hidrasi berkualitas, tetapi juga mengelola sampah plastik di destinasi wisata InJourney.
Baca Juga: Wajib Tahu! Perlengkapan yang Sebaiknya Dibawa untuk Menghindari Dampak Gas Air Mata
Sampah yang dipilah oleh IDM akan masuk ekosistem daur ulang AQUA di Magelang, lalu diproses kembali menjadi bahan baku botol di Pasuruan.
“Pendekatan sirkular ini tidak hanya menjaga hidrasi sehat para wisatawan, tetapi juga berkontribusi pada kelestarian lingkungan secara berkelanjutan,” lanjut Vera Galuh Sugijanto.
InJourney Destination Management memastikan ikon budaya dunia seperti Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga ruang pembelajaran tentang pentingnya pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.***
Artikel Terkait
InJourney Destination Management Perkuat ESG di Borobudur: Tanam Pohon dan Resmikan Balkondes
Mudik Gratis BUMN 2025: InJourney Destination Management Siap Mengantar Anda Pulang, Tujuan Akhir Yogyakarta
Swara Prambanan 2025 Kembali! InJourney Destination Management Siapkan Perayaan Senja Spektakuler di Akhir Tahun
Mengenang Semangat Kartini, InJourney Destination Management Berikan Apresiasi untuk Karyawan Perempuan
InJourney Destination Management Kolaborasi dengan BPK X untuk Tanamkan Kepedulian Sejarah dan Budaya pada Guru Boyolali