Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 14 (Ekosistem Laut).
Program green port dan RVM membuktikan bahwa sektor transportasi bisa menjadi motor penggerak mitigasi perubahan iklim sekaligus pelestarian laut.
Baca Juga: DAMRI Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA/SMK, Cek Syaratnya!
Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak.
“Setiap langkah kecil, seperti memilih energi terbarukan atau memilah sampah plastik, akan memberi dampak besar bagi bumi di masa depan.
"ASDP ingin mengajak seluruh masyarakat untuk ikut bergerak bersama, karena menjaga lingkungan bukan hanya tugas perusahaan, melainkan tanggung jawab kita semua demi anak cucu kita kelak,” ungkapnya.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-80, KAI Gelar Lomba Desain Livery Kereta dengan Total Hadiah Rp30 Juta
Heru Widodo menutup dengan harapan besar atas keberlanjutan program ini.
“Harapan kami, inovasi ini dapat diperluas ke pelabuhan lain di seluruh Indonesia.
"Dengan dukungan semua pihak, ASDP ingin membangun transportasi yang bukan hanya menghubungkan pulau, tetapi juga menjembatani masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
ASDP Beri Relaksasi Aturan Tiket di Pelabuhan Merak, Penumpang Tetap Bisa Menyebrang
ASDP Transformasi Pelabuhan Jadi Destinasi Wisata Waterfront, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan Ciptakan Lapangan Kerja
ASDP: Layanan Penyeberangan Lancar Selama Libur Panjang Maulid Nabi
ASDP Tegaskan Peran Strategis Jembatan Nusantara sebagai Penguat Konektivitas dan Logistik Nasional
ASDP Torehkan Pertumbuhan Positif di Semester I-2025