Kimia Farma dan RSCM Perluas Layanan Terapi Stem Cell

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 19:30 WIB
Penandatanganan Kerja Sama Pelayanan Terapi Stem Cell antara Kimia Farma, RSCM, dan RSHS, yang digelar pada Senin (13/10/2025). (kimiafarma.co.id)
Penandatanganan Kerja Sama Pelayanan Terapi Stem Cell antara Kimia Farma, RSCM, dan RSHS, yang digelar pada Senin (13/10/2025). (kimiafarma.co.id)

Kabar BUMN - PT Kimia Farma Tbk bersama RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) terus menunjukkan perannya sebagai pionir dalam pengembangan terapi stem cell (sel punca) dan turunannya di Indonesia.

Terapi stem cell bekerja dengan memperbaiki kerusakan di tingkat sel dan jaringan, memberikan potensi pemulihan jangka panjang bagi pasien.

Saat ini, terapi stem cell hasil kolaborasi Kimia Farma dan RSCM telah digunakan dalam pengobatan bidang orthopaedi dan traumatology, serta akan diperluas ke bidang dermatologi dan neuromuskuloskeletal.

Baca Juga: Magang IT di BUMN PT Berdikari, Kesempatan Emas Buat Kamu yang Ingin Belajar Langsung di Dunia Kerja

Sebagai langkah memperluas jangkauan dan pemerataan akses pelayanan, Kimia Farma dan RSCM menggandeng RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Kerja sama tersebut resmi dituangkan dalam Penandatanganan Kerja Sama Pelayanan Terapi Stem Cell antara Kimia Farma, RSCM, dan RSHS, yang digelar pada Senin (13/10/2025).

Sebelumnya, Kimia Farma dan RSCM juga telah berkolaborasi dengan beberapa rumah sakit besar lainnya, seperti RSUP Dr. Kariadi Semarang dan RSUD Siti Fatimah Palembang, untuk memperluas layanan terapi stem cell di berbagai wilayah.

Baca Juga: ASDP Mantapkan Strategi Layanan Natal dan Tahun Baru, Wajib Pesan Tiket Lewat Ferizy!

Seluruh mitra rumah sakit yang bekerja sama dikenal memiliki pelayanan unggul dan menjadi rujukan di daerah masing-masing, sehingga diharapkan manfaat terapi ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan.

Direktur Utama Kimia Farma, Djagad Prakasa Dwialam, menyampaikan rasa bangga atas sinergi yang terjalin dengan para mitra rumah sakit.

“Kami berbangga bahwa pengembangan stem cell yang awalnya dimulai oleh Kimia Farma dan RSCM, kini dapat diperluas aksesnya ke daerah untuk menghadirkan pengobatan modern berbasis bioteknologi.

Baca Juga: KCIC Catat Lonjakan Pengguna FWC, Nikmati Tarif Tetap dan Diskon hingga 35%

"Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Kimia Farma untuk terus melakukan inovasi kesehatan dalam rangka mendukung ketahanan kesehatan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Djagad menjelaskan bahwa stem cell hasil kolaborasi antara Kimia Farma, RSCM, dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) telah memenuhi standar mutu, keamanan, dan kualitas yang berlaku.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: kimiafarma.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini