“Untuk menjaga mutu dalam setiap proses produksinya, fasilitas produksi stem cell Kimia Farma dan RSCM telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan pada tahun 2024.
Baca Juga: Mengapa Depresi Bisa Bersumber dari Pikiran dan Cara Mengatasinya
"Ini menjadi satu-satunya fasilitas produksi stem cell yang berada di rumah sakit,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama RSCM dr. Supriyanto, Sp.B, FINACS, M.Kes, menilai bahwa kolaborasi ini akan memperkuat jejaring antara rumah sakit rujukan nasional, rumah sakit regional, dan industri farmasi nasional dalam memperluas akses layanan terapi stem cell di Indonesia.
“Kami meyakini bahwa pengembangan terapi stem cell bukan hanya kemajuan di bidang teknologi medis, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi pasien dengan penyakit degeneratif.
Baca Juga: Sentuhan Kepedulian PT TIMAH Tbk, Hadirkan Rumah Aman untuk Keluarga Aling
"Kolaborasi ini kami pandang sebagai langkah awal bagi lahirnya lebih banyak inovasi dan jejaring layanan kesehatan berbasis riset di tanah air.
"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Kimia Farma Tbk dan RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung atas sinergi dan kepercayaannya, dengan harapan kerja sama ini memberikan manfaat luas bagi kemajuan layanan kesehatan di Indonesia,” tambah dr. Supriyanto.
Selain memperluas layanan terapi stem cell, Kimia Farma bersama mitra rumah sakit juga membuka peluang penelitian dan uji klinis stem cell dengan skema multicenter study.
Baca Juga: PLN Tambah Daya 80 MVA untuk Dukung Kinerja Pabrik Baja di Banten
Kerja sama ini penting untuk membuktikan efikasi produk stem cell berdasarkan bukti ilmiah yang kuat (evidence-based).
Tak hanya fokus pada penelitian, Kimia Farma juga berkomitmen meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya inovasi pengobatan berbasis riset dalam negeri.
Melalui perluasan layanan di tiga rumah sakit besar tersebut, Indonesia kian memperkuat posisinya sebagai salah satu negara yang aktif mengembangkan terapi berbasis stem cell di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga: DAMRI Jakarta–Yogyakarta Cuma Rp225 Ribu: Nyaman, Murah, dan Bisa Kirim Barang Sekaligus
Ke depan, Kimia Farma dan RSCM berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu, kapasitas produksi, serta riset bersama guna mendukung ketahanan kesehatan nasional dan kemajuan pengobatan regeneratif di Indonesia.***
Artikel Terkait
Wujudkan Transformasi Teknologi Kesehatan, Kimia Farma Teken Kerja Sama dengan Kemenkes RI
Kimia Farma Sabet Penghargaan Kompetisi Inovasi Jawa Barat 2024
Kimia Farma dan Samsung Pharm Jalin Kerja Sama Strategis dalam Penyediaan Fasilitas Produksi
Kimia Farma Apotek Tawarkan Layanan Kesehatan dan Kecantikan Digital di PRJ 2025
Kimia Farma Luncurkan Fentakaf, Injeksi Anestesi Buatan Lokal untuk Kurangi Ketergantungan Impor