Transformasi Human Capital Dinilai Jadi Kunci Daya Saing Industri Asuransi

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Minggu, 18 Januari 2026 | 17:30 WIB
Transformasi human capital dinilai menjadi kunci daya saing industri asuransi, dengan integritas dan kompetensi SDM sebagai fondasi utama. (Dok. Jasa Raharja)
Transformasi human capital dinilai menjadi kunci daya saing industri asuransi, dengan integritas dan kompetensi SDM sebagai fondasi utama. (Dok. Jasa Raharja)

Kabar BUMN — Jasa Raharja ambil bagian dalam forum HR Networking 2026 yang digelar Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) pada 8–10 Januari 2026 di Yogyakarta.

Kegiatan ini mempertemukan para praktisi sumber daya manusia dari perusahaan asuransi dan reasuransi anggota AAUI untuk membahas tantangan sekaligus arah transformasi fungsi HR di tengah perubahan industri yang semakin dinamis.

Dalam forum tersebut, Direktur SDM, Umum & TI Jasa Raharja, Rubi Handojo, hadir sebagai narasumber dengan topik Human Capital Transformation as a Driver of Organizational Competitiveness.

Baca Juga: Peluang Magang Chemical Instrument Laboratory Analyst di PT Semen Indonesia, Daftar Sekarang!

Melalui pemaparannya, Jasa Raharja berbagi pandangan mengenai urgensi transformasi human capital sebagai faktor utama agar organisasi tetap relevan dan kompetitif, khususnya di sektor asuransi yang terus dipengaruhi perkembangan teknologi, regulasi, serta meningkatnya ekspektasi publik.

Rubi membuka paparannya dengan menyoroti kondisi industri asuransi, baik di tingkat global maupun nasional, yang menunjukkan bahwa kegagalan beradaptasi terhadap perubahan dapat berdampak serius pada keberlangsungan organisasi.

Menurutnya, transformasi tidak cukup hanya berfokus pada penerapan teknologi dan peningkatan kapabilitas, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta integritas SDM sebagai fondasi organisasi.

Baca Juga: Suntuk Habis Kerja? 5 Taman di Jakarta Selatan Ini Bisa Jadi Tempat Kabur Sebentar

“Pengalaman di industri menunjukkan bahwa teknologi dan kapabilitas saja tidak cukup. Faktor penentu keberlanjutan organisasi adalah integritas. Tanpa integritas, strategi bisnis, sistem, dan inovasi tidak akan memberikan makna jangka panjang,” ujar Rubi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengembangan kompetensi SDM di industri asuransi perlu dilakukan secara komprehensif.

Selain penguasaan kompetensi teknis dan digital, organisasi juga perlu menumbuhkan human-centric skills seperti kemampuan berpikir kritis, adaptabilitas, pembelajaran berkelanjutan, serta pengambilan keputusan yang berlandaskan etika.

Baca Juga: IFG Menata Anak Usaha, Ini Tujuh Klaster yang Disiapkan

Pendekatan ini dinilai penting untuk menjawab tantangan rendahnya literasi asuransi sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap industri.

Transformasi human capital juga tidak terlepas dari mandat Jasa Raharja dalam menyelenggarakan asuransi kecelakaan sebagai bagian dari sistem perlindungan dasar bagi masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini