Capaian ini menunjukkan terbangunnya komunikasi dua arah yang semakin kuat antara pekerja lapangan dan manajemen.
Baca Juga: Transportasi yang Merangkul Semua, DAMRI Dukung Edu-Wisata PERTUNI di Kawasan Puncak
“Peningkatan ini tecermin dari pemanfaatan aplikasi Safety Railway Information (SRI), dengan tingkat tindak lanjut laporan potensi bahaya mencapai lebih dari 97 persen,” ungkap dia.
Selain itu, laporan Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR) juga terus menunjukkan tren meningkat sebagai indikator partisipasi aktif pekerja dalam pengelolaan keselamatan.
Sepanjang 2025, KAI menjalankan berbagai langkah mitigasi keselamatan, baik untuk operasional maupun publik. Perusahaan menutup 316 perlintasan sebidang serta menertibkan 52 bangunan liar di Ruang Manfaat Jalur Kereta Api (RUMAJA) guna menjaga keandalan prasarana perkeretaapian.
Baca Juga: Puasa Tapi Mau Liburan? Begini Cara Jalan-Jalan Tanpa Takut Lemas
Dari sisi edukasi, KAI melaksanakan 2.016 kegiatan sosialisasi keselamatan di jalur kereta api, 212 kegiatan edukasi ke sekolah, pemasangan 687 spanduk keselamatan, serta melibatkan 6.455 anggota komunitas railfans dalam kampanye keselamatan publik.
Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di lingkungan perkeretaapian.
Penguatan kepemimpinan keselamatan juga dilakukan melalui keterlibatan manajemen hingga dua tingkat di bawah Direksi dalam program Management Safety Walkthrough (MSWT).
Baca Juga: Jawab Tingginya Kebutuhan Rawat Inap di Pantura, IHC RS Pelabuhan Cirebon Bangun Gedung Baru
Selain itu, KAI membentuk Safety Committee di setiap unit kerja serta menerapkan Contractor Safety Management System (CSMS) guna memastikan standar keselamatan diterapkan bersama mitra kerja.
Seluruh kebijakan dan implementasi K3 tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen K3. Regulasi ini menjadi dasar pencapaian target kinerja keselamatan KAI hingga akhir tahun 2026.
“Target kami pada 2026 adalah meningkatkan budaya keselamatan proaktif di seluruh lini KAI Group, dengan dukungan pekerja, mitra kerja, dan masyarakat, agar layanan kereta api tetap sehat, aman, dan selamat untuk semua,” tutup Anne. ***
Artikel Terkait
Promo Tiket KAI di BRImo, Dapatkan Cashback 25 Persen hingga Rp50 Ribu
Terobosan KAI Service, Kuliner Kereta Kini Hadir di TikTok Shop dan Tokopedia
Transportasi Limbah B3 via Kereta Api KAI Logistik Terus Menunjukkan Tren Positif
Tingkatkan Layanan, KAI Services Bekali Prama Prami Compartment dengan Pelatihan Hospitality dan Menu Premium
Dampak Cuaca Ekstrem, KAI Pastikan Keselamatan Selama Proses Pemulihan Operasional