Pengoperasian tol fungsional nantinya tetap mengacu pada standar keselamatan jalan, termasuk ketersediaan rambu lalu lintas dan penerangan jalan. Apabila penerangan belum sepenuhnya terpenuhi, pengoperasian akan dibatasi pada waktu tertentu demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Baca Juga: Menjelang Waktu Berbuka, Jangan Lupa Doa yang Penuh Makna
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menegaskan dukungan penuh terhadap pengoperasian tol fungsional dan penerapan rekayasa lalu lintas selama Idulfitri 2026.
“Sebagai penyelenggara perlindungan dasar bagi korban kecelakaan, Jasa Raharja mendukung penuh langkah strategis lintas instansi ini untuk meningkatkan keselamatan transportasi nasional."
"Kolaborasi yang solid diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan serta menekan fatalitas korban selama periode Idulfitri. Hal ini merupakan wujud negara hadir dalam memberikan pelayanan publik yang melayani sepenuh hati dan berorientasi pada pelayanan prima,” ujar Awaluddin.
Baca Juga: BSI Griya Kian Dilirik Generasi Muda di Tengah Tingginya Kebutuhan Hunian
Melalui sinergi dalam Operasi Ketupat 2026, Jasa Raharja berharap pengoperasian Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 dapat berjalan optimal.
Kehadiran tol ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat dalam mewujudkan arus mudik dan balik Idulfitri 2026 yang aman, lancar, dan berkeselamatan. ***
Artikel Terkait
Jasa Raharja Dorong Kesadaran Keselamatan dan Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program BETA di NTB
Tindakan Cepat Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali
Mitigasi Risiko Kecelakaan, Jasa Raharja dan DAMRI Beri Edukasi Puluhan Pengemudi
Jasa Raharja Salurkan Santunan Rp39,18 Miliar untuk Korban Kecelakaan Selama Nataru 2025–2026
Negara Hadir Lewat Jasa Raharja, Santunan Korban Kecelakaan Tembus Rp3,22 Triliun