Wakil Menteri Desa dan PDT Ahmad Riza Patria menyambut positif kerja sama tersebut.
Baca Juga: KAI Services Siagakan 1.765 Personel Tambahan untuk Amankan Angkutan Lebaran 2026
Ia bahkan langsung meminta jajarannya memetakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di sekitar PLTU, khususnya di wilayah ring-1, yang berpotensi dilibatkan dalam rantai pasok biomassa.
“Kita perlu menyusun perencanaan empat tahun ke depan, berapa desa yang bisa kita libatkan bersama PLN EPI.
"Hampir semua desa memiliki bahan baku biomassa, tetapi perlu dilakukan pemetaan potensi limbah biomassa yang ada di desa, terutama desa-desa yang berada di wilayah ring 1 lokasi PLTU, agar program ini berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujar Riza Patria.
Baca Juga: Jelajahi Lawang Sewu, Ikon Bersejarah Semarang dengan Promo Spesial Ramadan 2026
Melalui kolaborasi ini, PLN EPI dan Kemendesa PDT berkomitmen membangun ekosistem biomassa berbasis desa yang terstruktur, terencana, dan berkelanjutan.
Inisiatif tersebut juga diharapkan memperkuat ekonomi kerakyatan lewat pelibatan aktif BUMDesa dan masyarakat dalam rantai pasok biomassa, sebagai kontribusi nyata terhadap transisi energi nasional dan pencapaian target Net Zero Emission Indonesia.***
Artikel Terkait
PLN EPI Bekerja Sama dengan BBSP KEBTKE Perkuat Bioenergi untuk Tekan Emisi
PLN EPI Bekerja Sama dengan Perusahaan Korea Perkuat Bioenergi dan Rantai Pasok Biomassa Nasional
PLN EPI Resmikan Fasilitas Hub Biomassa di Tasikmalaya dan Ciamis
PLN EPI Hadirkan Penataan UMKM dan Fasilitas Umum di Pantai Viral Lombok
UMKM Pantai Bagek Kembar Didorong Lebih Siap Jualan, PLN EPI Turun Tangan