Saat ini, tradisi sering kali hanya dipandang sebagai tontonan atau bahan diskusi di ruang seminar dan galeri budaya.
Padahal budaya sejatinya hidup bersama masyarakat yang menjalankannya setiap hari. Karena itu, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan secara simbolis, tetapi juga dengan mendampingi langsung komunitas adat yang menjaganya.
Baca Juga: Traveling saat Cuaca Panas Tetap Seru, Asal Terapkan Tips Ini
Langkah tersebut dilakukan oleh PT TIMAH melalui berbagai program pendampingan untuk masyarakat adat Mapur.
Salah satunya dimulai lewat penerbitan buku berjudul Mapur Mendulang Kisah Meraup Berkah yang mengangkat cerita dan sejarah masyarakat adat Mapur. Buku tersebut kemudian diperkenalkan ke sekolah-sekolah agar generasi muda mengenal akar budaya daerahnya.
Upaya pelestarian juga diwujudkan melalui pembangunan Kampung Adat Gebong Memarong sebagai ruang belajar budaya yang menampilkan rumah tradisional masyarakat Mapur.
Baca Juga: Perundingan Alot Berakhir, PT TIMAH dan Serikat Pekerja Sepakati PKB
Bagi komunitas adat ini, memarong bukan hanya bangunan tempat tinggal, tetapi ruang yang menyimpan ingatan dan menjadi tempat pewarisan tradisi dari generasi ke generasi.
Rumah memarong dibangun menggunakan kayu pilihan yang diikat rotan tanpa menggunakan paku. Lantainya berasal dari kayu ibul atau nibung yang dianyam, sementara dindingnya dibuat dari kulit kayu dan atapnya menggunakan daun nipah atau rumbia.
Setiap bagian rumah mencerminkan pengetahuan leluhur tentang cara hidup selaras dengan alam, mengambil seperlunya dan tetap menghormati lingkungan.
Baca Juga: Dibuka untuk Lulusan SMK, Ini Syarat Loker Teknisi Mekanikal di Bandara Soetta
Melihat potensi budaya yang terus berkembang, PT TIMAH juga membantu masyarakat melalui pelatihan membatik, penyediaan alat tenun, hingga pelatihan pemandu wisata. Kawasan kampung adat tersebut bahkan mulai diperkenalkan kepada para tamu perusahaan sebagai destinasi edukasi budaya.
Kini, Kampung Adat Gebong Memarong tidak hanya menjadi penjaga tradisi masyarakat Mapur.
Kawasan itu juga berkembang menjadi ruang hidup yang memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar sekaligus menjadi tempat belajar bagi ribuan pelajar yang ingin mengenal sejarah dan budaya Bangka Belitung lebih dekat. Tradisi yang diwariskan turun-temurun itu pun terus hidup dan berjalan berdampingan dengan perubahan zaman. ***
Artikel Terkait
PT Timah Dukung Pengentasan Kemiskinan Lewat Renovasi Rumah di Belitung
Kisah Habibi Jalani Operasi Hirschsprung, Orang Tua Bersyukur Dapat Dukungan PT TIMAH
PT TIMAH Tanam Ratusan Pohon di Kolong AKHLAK, Dorong Transformasi Lahan Pascatambang Jadi Ruang Publik Hijau
PT TIMAH Bantu Kelompok Rebana AS-Saaddah demi Menjaga Warisan Budaya Lokal
Perundingan Alot Berakhir, PT TIMAH dan Serikat Pekerja Sepakati PKB