"Pengembangan tanaman energi seperti kaliandra dan sorgum diharapkan dapat menghasilkan model pemanfaatan biomassa yang lebih efisien, baik untuk kebutuhan co-firing maupun pengembangan energi hijau lainnya,” ujar Soleh.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Sederhana yang Membuat Orang Lebih Sehat dan Panjang Umur
Rektor ITERA Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha menyampaikan bahwa sinergi tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.
“ITERA berkomitmen menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
"Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menghasilkan teknologi dan model pengembangan tanaman energi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi pengembangan energi terbarukan Indonesia,” kata Nyoman.
Baca Juga: Liburan Lebih Irit, BTN Beri Cashback Tiket KAI dan Whoosh hingga Rp100 Ribu
Penelitian tersebut mencakup pengembangan budidaya tanaman energi, analisis karakteristik biomassa, kajian pemanfaatan untuk kebutuhan co-firing pembangkit listrik, hingga pengembangan hidrogen hijau melalui proses gasifikasi.
Selain memperkuat ketahanan energi nasional, hasil riset ini diharapkan dapat mendukung terbentuknya ekosistem bioenergi yang mampu memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian, kehutanan, serta perekonomian masyarakat.
Sebagai subholding energi primer, PLN EPI terus mendorong pengembangan biomassa sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional.
Baca Juga: Ternyata Kopi Bisa Bantu Redakan Cemas, Ini Waktu dan Takaran Terbaiknya
Saat ini, implementasi co-firing biomassa telah diterapkan di puluhan PLTU dan menjadi salah satu langkah nyata dalam menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri.
Pengembangan bioenergi dinilai tidak sekadar menghadirkan bahan bakar alternatif bagi pembangkit listrik, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi hijau yang melibatkan akademisi, industri, petani, serta masyarakat.
Kolaborasi antara PLN EPI, PLN Puslitbang, dan ITERA pun menjadi fondasi penting dalam mengoptimalkan potensi sumber daya hayati Indonesia menjadi energi masa depan yang bersih, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi bangsa.***
Artikel Terkait
Hari Keanekaragaman Hayati, PLN EPI Tanam 2.500 Cemara Udang di Pesisir Lombok
PLN EPI Dorong Sistem Pengelolaan Sampah Pesisir Berbasis Ekonomi Sirkular di Bagek Kembar
PLN EPI Kerja Sama dengan Sorbu Agro Energi Kembangkan Bioenergi Sorgum di Gorontalo
PLN EPI Perkuat Strategi Dekarbonisasi melalui Blue Carbon Ecosystems
Tebar Kebahagiaan Iduladha hingga Pelosok Negeri, PLN EPI Salurkan 1.000 Paket Daging Kurban ke Wilayah 3T