Menurut Iqbal Fikri, keberadaan industri pertahanan menjadi penting untuk menghadapi kondisi semacam ini.
“Kita merasa bahwa keberadaan PAL memenuhi esensi kenapa sebuah perusahaan harus ada.
"Bukan hanya untuk usaha mencari keuntungan, tapi karena manfaat karyanya pada dunia,” katanya.
Bantuan serta kehadiran kapal Rumah Sakit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 ini sekaligus membuktikan dukungan Indonesia terhadap masyarakat Palestina.
Khususnya dalam pemulihan pasca konflik atas dampak yang dialami masyarakat Palestina.
Menteri Pertahanan Prabowo dan Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhammad Ali terus berkoordinasi dengan pemerintah Mesir untuk memastikan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 dapat bertahan selama beberapa hari di lokasi.
Kapal akan bertahan beberapa hari untuk membangun rumah sakit lapangan.
Prabowo mengatakan, meskipun masih dalam proses negosiasi, kemungkinan besar para personel kapal akan kembali ke Tanah Air setelah menyalurkan bantuan tersebut.***