Ditambahkannya, manfaat bendungan tidak hanya terbatas pada peningkatan ketahanan air dan pangan secara nasional, melainkan juga sebagai pengembangan kawasan pariwisata.
Baca Juga: PT Waskita Karya Raih Penghargaan pada Ajang BCOMSS dan PR Indonesia Awards 2024
“Tentunya hal ini dapat membantu pemerintah setempat dan negara dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal. Peluang masyarakat sebagai pelaku bisnis UMKM lokal untuk meningkatkan bisnisnya pun semakin besar,” jelas dia.
Bendungan Temef berpotensi pula menjadi pembangkit Listrik Tenaga Mikro (PLTM) sebesar 2X1,0 Megawatt (Mw).
Bendungan yang mulai dibangun pada 2017 itu dapat menyediakan air baku dengan debit 131 liter per detik untuk Kecamatan Polen, Kecamatan Noemuti Timur di Kabupaten Timor Tengah Selatan, serta Kabupaten Malaka sebanyak 28 ribu keluarga.
Baca Juga: Sambut Bulan Ramadhan, Berikut Masjid Karya Waskita Karya yang Bisa Digunakan Untuk Shalat Tarawih
“Sebagai BUMN Konstruksi, Waskita Karya memiliki peran ganda sebagai Agent of Development dan Value Creator melalui proyek-proyek infrastruktur yang dibangun. Peran ini juga dapat memberikan dampak pembangunan signifikan bagi bangsa dan negara,” jelas Oho.
Sebagai informasi, pembangunan Bendungan Temef terbagi menjadi empat paket pekerjaan. Paket I dikerjakan oleh Kerja Sama Operasi (KSO) PT Waskita-Bangunnusa.
Paket II dan III dikerjakan oleh KSO PT Nindya-Bina Nusa Lestari. Lalu Paket IV digarap KSO PT Waskita-Bahagia-Guntur.***