Kabar BUMN – PT Pupuk Indonesia (Persero) mengimbau seluruh petani terdaftar di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk segera menebus pupuk bersubsidi yang telah dialokasikan pada tahun 2025.
Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran dalam Asta Cita.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyatakan bahwa Kabupaten Sikka memiliki potensi pertanian yang besar, terutama dalam produksi beras, jagung, serta komoditas perkebunan seperti kakao.
Baca Juga: Musim Durian Tiba, Ini Rekomendasi Tempat Berburu di Jakarta
Untuk meningkatkan produktivitas sektor ini, Pupuk Indonesia berkomitmen menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi dan terus melakukan sosialisasi kepada petani mengenai tata kelola pemanfaatannya.
Pemerintah telah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Sikka sebesar 7.180 ton pada tahun 2025, yang terdiri dari:
- Pupuk Urea: 3.500 ton
- Pupuk NPK: 3.500 ton
- Pupuk NPK Formula Khusus: 180 ton
Baca Juga: Program Magang BUMN Perumnas Kembali Dibuka, Ikiti dan Dapatkan Sertifikat Serta Uang Saku
Pupuk ini akan didistribusikan kepada petani terdaftar di 21 kecamatan sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan.
Hingga 24 Januari 2025, realisasi penyerapan pupuk bersubsidi di Sikka tercatat mencapai 185 ton, dengan rincian 106 ton urea dan 79 ton NPK.
Rahmad menegaskan bahwa stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Sikka per 24 Januari 2025 mencapai 1.014 ton, atau sekitar 260 persen dari ketentuan minimal yang ditetapkan pemerintah.